Jumat, 08 Agustus 2014

NASKAH DRAMA PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAH BELANDA


NASKAH DRAMA PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAH BELANDA
LATAR BELAKANG PERJUANGAN 30 DESEMBER 1945 DI MARKAS BESAR BELANDA DI SIDOARJO MELAWAN PASUKAN KAPTEN AMIN

Pemain:
Kapten Amin   =
Kopral Kartiko =
Kopral Dayat   =
Prajurit Suto    =
Prajurit I          =
Prajurit II         =
Prajurit III        =
Surti                 = Perawat
Nanik               = Perawat
Narto               = Prajurit

-     Tiga Babak =
-     Durasi         = 45 menit



Babak I
(Di suatu tempat depan persembunyian para pejuang di wilayah Porong ada seorang pemuda gelisah seperti menunggu sesuatu)
      Lama sekali...sudah 3 hari surat belum juga datang...! Apa Kartiko   tertangkap Belanda..?! Kalau...kalau...kalausampai tertangkap, serangan ke markas Belanda di Sidoarjao akan gagal..!!
(Kapten Amin mondar-mandir sambil clingak-celinguk melihat jalan..)
Amin       :    Edan!! Porong-Sidoarjo 5 dino gak teko-teko...!! sedang Surabaya sudah bertempur habis-habisan...AkuMalu sama bung Tomo...malu sama cak Sarwo...malu sama Kolonel Suryo...! Kenapa disini hanyadiam saja...?! gara-gara menunggu mata-mata Belanda kasih kabar..
(tiba-tiba...!!)
Kartiko        =       Merdeka..!!!
(Muncul seorang pemuda yang berjalan pincang bersimbah darah)
Amin           =       Kopral kenapa kamu...apa yang terjadi...?!!
Kartiko   :Siap kapten...saya hampir tertangkap Belanda di perbatasan Ketintang sana..,saya dikepung satukompi!!Tapiakhirnya saya lolos dan sembunyi di rawa-rawa Ketintang sehari semalamdenganlukatembak di kaki saya...!!
Amin           =       Terus, ada pesan apa dari markas besar..?!
Kartiko        =       Bung Tomo hanya pesan; supaya markas kecil dan pos-pos Belanda harus segera dilumpuhkan..karena 10 Nopember  kemarin telah terjadi pertempuran habis-habisan untuk menentukan kemerdekaan!! Sebelum pasukan Belanda pulih kembali, kita secepatnya menggempur terus-menerus..sampai Belanda betui-betul menyerah..!, dan Bung Tomo berpesan; hanya dua pilihan..”Merdeka atau Mati..!!”. oh ya..Kapten ini ada titipan surat dari Surti...
Amin           =       Oh ya...kamu ketemu dimana,,bagaimana keadaannya..?!
Kartiko    =       Siap Kapten... Surti baik-baik saja, surti sedang merawat pasukan kita yang terluka di Jembatan Merah, waktu penyergapan di kompi bantuan timur Belanda yang dijadikan pusat penyimpanan amunisi Nica, dan Surti berpesan supaya Kapten terus berjuang, dan Surti akan setia menanti...cintanya hanya untuk Kapten...^^
Amin         :Oh ya...mana suratnya? (Kapten Amin membuka surat dan membacannya sambil tersenyum penurianggembira..)
Amin        =       Kopral...terimakasih! selain surti mengungkapkan cintanya kepadaku, dia juga ingin bertemudenganku pada tanggal 31 Desember tahun baru...
Kartikio      :Siap kapten...Temui saja, siapa tahu setelah bertemu akan memberi semangat bertempur..!
Amin : Betul Kopral...saya ingat kata-kata Khairil Anwar; bahwa “Perjuangan dididik dan diarahkan oleh perasaanbesar yang bernama Cinta...”.
Kartiko        =       Betul Kopral... Cinta adalah kekuatan yang mengalahkan senjata-senjata Nica..!!
Amin           =       Tapi jangan lupa, semuannya juga dari Tuhan yang maha Agung...Tuhan yang Perkasa dan memberi kekuatan pada orang –orang yang menegakkan kebenaran...! Sekarang Kopral cepat begabung, dan siapkan pasukan nanti sehabis Maghrib kita bergerak...arahkan pasukan supaya menyisir di penggiran dan jangan terjebak di tengah kota, sebab mata-mata mereka banyak!! 30 orang dari barat, 30 orang dari timur, dan penyerangan diperkirakan jam 01.00 temgah malam, selagi mereka terlelap..!
Katiko         =       Siap Kapten...dilaksanakan!!
( lampu padam pergantian babak)

Babak II
(Pasukan Republik berangkat dengan semangat membara...Kapten Amin dengan gagah berani memimpin pasukan)
Amin           =       Prajurit Suto...
Suto            =       Siap Kapten...
Amin       : Antarkan surat ini ke markas Surabaya, bahwa kita malam ini akan bertempur untuk menentukannasib..kitabutuh bantuan pasukan dan tenaga medis!
Suto            =       Siap Kapten...
Amin     :Pertempuran ini bisa memakan waktu 5 hari, kita akan kerahkan seluruh pasukan. Dan kurir Dayat,segerakabari Kopral Kartiko jangan terburu-buru menyerang!, kita pancing duludaridepan,dankemudianserang dari belakang agar mereka benar-benar terjepit..!
Dayat          =       Siap Kapten...
(Kedua orang itu berangkat, dan Kapten Amin meneruskan perjalanan menelusuri jalan yang sepi)

Babak III
(Di ujung jalan markas Belanda, pasukan kapten Amin mengendap menunggu penyerangan)
Amin        : Prajurit Narto, siapkan senjata!! Nanti ketika tepat lonceng berbunyi jam 01.00 kita mulai penyerangan...sekarang jam 12.45, berarti kurang seperempat jam lagi..!!
Narto          =       Siap Kapten...
(Narto bergegas pergi dan membisiki pasukan untuk bersiap-siap)
(Suasana sepi mencekam..hati semua berdebar-debar menunggu lonceng berbunyi)
Tiba-tiba....
Lonceng berbunyi...Teng...teng...teng...!!!
Amin           =       Serbu....!!! Allaahhuakbar..... Allaahhuakbar.....!!
(Terjadi pertempuran sengit, tembak-menembak, didalam maarkas panik dan alarm dibunyikan..)
Amin           =       Maju...Prajurit!! tembak 3 penjaga di menara..dan kuasai pintu gerbang!!
Prajurit I     =       Siap Kapten...
(Baku tembak terjadi sekitar 2 jam, korban sudah mulai banyak berjatuhan)
Amin       =       Prajurit...jemput pasukan dari Surabaya! Supaya menyerang dari kiri, dan pasukan dibelakang lakukan penyerangan..!
Prajurit II    =       Siap Kapten...
(Baku tembak masih berlangsung, keadaan makin memanas sampai menjelang  subuh)
Kartiko     :Merdeka!! Kapten, pasukan Surabaya sudah tiba sekitar 20 pasukan tempur dan 16 tenaga medis,nonaSurtijuga ikut serta..!
Amin           =       Kerahkan pasukan..Tenaga medis dibelakang, pasukan dibagi 4 per-arah..!!
Kartiko      =       Siap Kapten...tadi juga ada relawan dari tentara pelajar sebanyak 25 orang dan warga sipil 30 orang.
Amin :Untuk relawan, kerahkan untuk penerobosan pitu depan 30 orang, dan 2 orang di pintubelakang..!
Kartiko        =       Siap Kapten...
(Pertempuran terus berlangsung, dan tiba-tiba...)
Amin           =       Aduh...!! aku tertembak...
Prajurit III   =       Cepat bawa Kapten...dan urus lukanya..!!
Amin           =       Prajurit, komando suruh pegang kopral Kartiko, jangan hiraukan aku..maju terus..!!
Prajurit III   =       Panggil Nona Surti!! Kapten tertembak...dan pasukan dikomandokan Kopral Kartiko!
(Baku tembak terus terjadi dibawah pohon besar, disitu banyak mayat tubuh penuh luka..Kapten Amin tergeletak..!)
Surti            =       Tolong Nanik..ambilkan kapas!!
Nanik          =       Ini Nona...
Surti            =       Tolong bersihkan luka di pahanya..!
Nanik          =       Nona, pendarahannya cukup banyak...!!
Amin           =       Sudah Surti...aku tak perlu ditolong...
Surti            =       Tidak, tidak pahlawanku... kamu harus kuat..! aku tak mau kehilanganmu sebelum Belanda bertekuk lutut dengan kita..!!
(Kapten Amin menitikkan air mata..dan tubuhnya bersimbah darah..)
Amin:  Sudahlah kekasihku...luka ini tidak sia-sia.perjuangan penuh pengorbanan.! kamu jangan sedih...
Surti            =       Tidak...tidak...kamu tidak boleh mati...!! Negeri ini masih membutuhkanmu..
Amin  =     Kamu salah kekasihku...masih banyak pasukan yang gagah berani...yang siap memperjuangkan jiwa dan raganya..!
Surti            =       Tapi hatiku siapa yang mengisinya....?!
Amin   =       Sudahlah...ini sudah takdir, dan pesanku; Berjuanglah sampai titik darah penghabisan...!! carilahpejuanguntuk mengganti posisiku...
Surti            =       Tidak....tidak...!!!
Nanik          =       Nona Surti...tubuh Kapten kejang-kejang!
Surti            =       Jangan tinggalkan aku....jangan tinggalkan aku...!!
Amin           =       Allah....hu..Akbarr.....Merdeka....!!
(Sambil mengangkat tangan Kapten Amin menghembuskan nafas terakhirnya...)
Surti            =       (Menangis sambil memangku tubuh Amin..)
Nanik  :Sabar Nona..ikhlaskan..Kapten meninggalkan kita untuk panggilan Bangsa dan Negara...beliau matisyahid.membela kebenaran dan menumpas kemungkaran...
Surti            =       Merdekaa...... (teriak dan pingsan)
(Hening dan pertunjukan selesai....)

Salam perjuangan : Aka Cholik Darlin.

1 komentar: