Sabtu, 12 Juli 2014

Pemimpin Sejati. Menurut Islam.

Mungkin untuk itulah Al-Quran melarang keras Muslim mengambil WALI (jamak: AULIA) dari golongan Yahudi dan Nasrani:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi AULIA (Kepala Pemerintah); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi AULIA, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al-Maidah: 51)

Ibrahim, Ishak, Yakub (Israel) dan seluruh nabi-nabi keturunan Israel adalah orang-orang saleh dan sudah pasti beragama Islam. Karenanya, jika perjanjian tersebut benar-benar ada maka yang berhak mewarisi perjanjian itu adalah kaum muslimin (rakyat Palestina). Allah berfirman:
Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi Muslim (berserah diri) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. (QS. Ali Imran: 67)

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub (berwasiat): 'Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim (beragama Islam)'. (QS. Al-Baqarah: 132)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar