Artinya adalah "Dengan nama Allah yang jika disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.". Doa ini adalah dzikir perlindungan dari bahaya dan musibah, yang dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali pada pagi dan sore hari, berdasarkan hadis riwayat Abu Daud.
- Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa laa fis samaa' wa huwas samii'ul 'aliim. Makna: Doa ini memohon perlindungan kepada Allah dari segala keburukan dan bahaya yang ada di bumi maupun di langit.Keutamaan: Membaca doa ini tiga kali di pagi hari dan tiga kali di sore hari akan mendatangkan perlindungan dari Allah terhadap segala marabahaya, asalkan diyakini dan diamalkan dengan benar, seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Secara Islam, menegur pemerintah adalah kewajiban untuk amar ma'ruf nahi munkar, namun harus dilakukan dengan adab, hikmah, dan cara yang bijaksana, bukan dengan makar atau fitnah. Caranya bisa secara pribadi (empat mata) untuk masalah yang sensitif, atau publik (media/mimbar) jika sudah menjadi isu luas, tetap dengan nasihat yang baik, santun, membangun, tidak mencela, serta tidak boleh memberontak pada pemerintah yang sah kecuali dalam hal maksiat yang jelas.
Cara-cara Teguran yang Sesuai Adab Islam
- Secara Pribadi (Empat Mata):
- Hadits Nabi: "Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa dalam suatu perkara, maka janganlah ia menasihati secara terang-terangan. Akan tetapi, ambillah tangannya dan menyepilah dengannya. Jika sang penguasa menerima (nasihatmu), itulah yang diinginkan. Jika tidak, maka dia telah menunaikan kewajibannya" (HR. Ahmad).
- Tujuan: Menjaga kehormatan pemimpin dan menghindari fitnah di tengah masyarakat.
- Secara Publik (Media/Mimbar):
- Syarat: Jika masalahnya sudah menjadi perhatian luas dan tidak bisa diselesaikan secara pribadi.
- Cara: Tetap gunakan hikmah, mauizah hasanah (nasihat yang baik), dan jadilah (berdebat) dengan cara yang paling baik (QS. An-Nahl: 125).
- Sampaikan dengan: Kata-kata yang santun, lemah lembut, konstruktif, dan disertai solusi (bukan hanya mengeluh).
Prinsip Penting Lainnya
- Tujuan Nasihat: Demi perbaikan masyarakat, bukan untuk menjatuhkan atau merendahkan pemimpin.
- Tidak Memberontak: Memberontak pada pemerintah yang sah hukumnya maksiat dan hanya menambah kerusakan.
- Ketaatan Terbatas: Taat pada pemerintah hanya dalam perkara ma'ruf (kebaikan), tidak dalam maksiat.
- Menjaga Adab: Hindari fitnah, ujaran kebencian, dan merusak ketertiban umum saat menyampaikan kritik.
- Sikap Pemerintah: Pemerintah juga dianjurkan menerima kritik membangun dari rakyat sebagai kontrol dan sarana perbaikan.
Contoh Praktis
- Jika ada kebijakan yang salah, coba sampaikan lewat surat resmi, pertemuan privat, atau gunakan media sosial dengan bahasa yang sopan dan berdasar fakta, bukan dengan emosi atau seruan provokatif.