SIPAHIT LIDA
ILMU LIDANI
ILMU SERUNTING SAKTI
ILMU SYARI'AT
" Nah Ketika Sadar bahwa ini Petujuk Nyata dari leluhur tetang Cerita Sipahit Lida
ILMU SEPAHIT LIDA
( SERUNTING SAKTI )
ILMU UCAP ( LI ) BICARA
ILMU WUJUD ( DA ) PERBUATAN
ILMU RASA ( NI ) ROHANI , NIKMAT , KEBENARAN HAKIKI
LIDANI ( LIDA ROHANI )
Berbicara yang benar , jujur , Bicara HAQ
Di daerah LAHAT ( Melihat ) PAGAR ALAM ( Benteng Alam ) di Gunung Dempo ( Empu / Dompu ) Orang Sakti di GUMAY ( Guru Mayapada ) Daerah KIKIM ( Keturunan Mada'in Bin Ibrahim ) di INDIKAT ( Ini Tanda Keagungan Tauhid ) dilanjut ke MUARA ENIM ( Muara Iman ) awalnya di Desa Cahaya Ilahi SEMENDE ( Asal Mula Sabda atau Semua mendapat Do'a )
Sampailah Ke PALI ( Petunjuk Ilahi ) daerah LEMATANG ( La Matang atau Masak Sempurna ) berkumpul di Kerajaan KEBON UNDANG ( Tempat Pertemuan , Tempat Membuat Undang2 ) di Ponpes Tauhid Muhamad Rizal di MUARA SUNGAI
( Pintu Masuk Ilmu ) Pintu Masuk NUSANTARA JAYA melewati PRABUMULIH ( Bertemu Sabda Ilahi atau Raja / Penyampai Sabda ilahi )
Terus kabar Berkembang ( GELUMBANG ) Sampai ke OI ( Orang Ilahi ) Indralaya ( Dapat di baca ) dan Sampailah Kepada Sultan Palembang ( Hingga Berkembang ) di Kota Rajanya Masa Keemasan Dahulu kala SRIWIJAYA ( Sinar Wibawa Nusantara Jaya ) menjadi Cerita Hakiki tentang Ilmu Ilahi yaitu Sepahit Lida dan Semata 4"
Sebutan orang Lokal Sipahit lida adalah ( SERUNTING SAKTI ) Seru = Suara Ting Berbunyi ( Suara Sakti )
Artinya ini ilmu Syariat ( Ilmu yang diucap Berwujud dan dapat dirasakan ) oleh semua insan ilahi dengan cara yang benar dan disampaikan dengan Bebar Pula
Ilmu ALQUR'AN QS ALBAQOROH : 1-2
ILMU SEPAHIT LIDA ADALAH ILMU SYARIAT YANG BENAR
( BERDASARKAN ALIF LAM MIM )
SIPAHIT LIDA sebelumnya memiliki Ilmu ( PEKEK NYARING ) Yaitu ilmu yang Bersuara di Ulu tapi berada di ilir atau berada di ilalang yang Bergoyang walaupun tidak di tiup Angin , ini adalah Ilmu yang tidak Jujur Ilmu mengelabuhi Orang lain ( Ilmu Munafik
( Ilmu Pura2 Baik , Pura2 Berani tapi sembunyi )
Jika ada yang Ketemu Makam atau tapak Tilas Puyang Pekek Nyaring sebenarnya Itulah SIPAHIT LIDA Saat masih menjadi Pangeran SERUNTING
Setelah dapat Kabar Kakak iparnya mendapatkan Cendawan EMAS Dikebun membuat serunting Curang dan ingin nemilikinya, Karena ula dia sendiri menceritakan Aib nya bahwa ilmunya bisa dikalahkan jika orang mengetahuinya yaitu pada istrinya sendiri
Sementara musuhnya adalah kakak kandung istrinya yaitu ARIA TEBING
( Area dinding ) musuh orang munafik tidak jauh yaitu dirinya sendiri AIBNYA inilah kekalahan Serunting
Akibat kekalahan itu dia pergi BERTAPA ke BUKIT SEGUNTANG di Bawah POHON BAMBU betapa atau khalwatt ( Mengosongkan diri ) dapatlah Buku sakiti ( Buku Bambu ) di Bukit ( Bukti Keagungan Tauhid ) Seguntang ( Segudang atau Banyak ) yaitu Ilmu ALQUR'AN Ilmu KEBENARAN ( SIPAHIT LIDA )
ILMU SIPAHIT LIDA
( ILMUNYA PARA DA'I , GURU , DOSEN , PEMERINTAH )
( BUKU DAN DAKWAH )
" Yang dapat menghimbau dengan Suara dan Pena yaitu Tulisan "
Setelah Sipahit lida sadar ada lagi ilmu tinggi yaitu ilmu SIMATA EMPAT Yaitu Ilmu Kebalikan dari Ilmu Sipahit Lida yaitu ilmu yang tidak bisa di Sohirkan di tampakan hanya untuk diri yang suci yang mengenal Ilahi Robbi secara hakiki ialah
( ILMU LADUNI )
ILMU SIPAHIT LIDA = ILMU SYARIAT ( HATI2 BERUCAP TIDAK MUDA MARAH BERPIKIR BAIK TIDAK BERBURUK SANGKA ) Agar Tidak Merugikan Diri Sendiri dan Orang Lain
ILMU SI MATA EMPAT
( 2 MATA SOHIR 2 MATA BHATIN )
ILMU TIDAK DIUCAP ( LA )
Lida Tidak Berucap
ILMU TIDAK BERWUJUD ( DU )
Tidak Berwujud Suara
ILMU TIDAK DI RASA ( NI )
Rohani Bhatin Hati Nurani
ILMU HAKIKAT ( BERDASARKAN ALIF LAM ROH )
ILMU LADUNI : Ilmu Tanpa Ucap , Wujud dan Rasa tidak lagi mengharapkan pujian tidak lagi berbentuk harapan dan janji langsung terbukti dengan hati
- Tidak lagi benci dengan Keburukan Apalagi Kebaikan
( TAJALI )
- Tidak lagi Bersedih atas Takdir
( ILMU KHASANUN )
- Tidak ada lagi Berburuk Sangka pada masa depan
( ILMU KHAUF )
- Tidak Lagi Takut Pada Mahluk Hanya Takut Pada yang menciptakan Mahluk yaitu MALIKUL MULKY
( ILMU KASYAF )
ILMU INI TIDAK PERLU DICARI JIKA KITA SUDAH BAIK ATAU TAQWA SEBENAR BENAR TAQWA
(DOBLE TAQWA ) DATANG SENDIRI
Karena Sipahit lida merasa terganggu karna ada yg sakti maka sepahit lida tantang simata 4 terjadilah pertarungan yg cukup lama dan berakhir kekajalahan sipahit lida di bawah pohon Aren ( Keyakinan ) Enaw Akibat tidak yakin dengan Diri sendiri akhirnya mendapatkan Karma
( Karena Ula Manusia ) itu sendiri
SEBAIK BAIK ILMU ADALAH KETIKA ILMU SEPAHIT LIDA DAN SIMATA EMPAT DISATUHKAN KARENA ILMU TERSEBUT DATANG DARI GUNUNG DEMPO (DARI GUNUNG ARTINYA TINGGI YAITU DARI ILAHI) TEMPAT BERTAPAH ORANG SAKTI DI INDIKAT (INI TANDA KEAGUANGAN TUHAN)
SADARKAH KITA KISAH INI PETUNJUK NYATA BAGI ORANG YANG BERIMAN BERTAUHID PADA YANG AHAD
KETIKA NABI MUHAMAD SAW DAPAT KALAM ILAHI PERTAMA DI GUA HIRO DI GUNUNG JABAL NUR
NABI MUSA DI LEMBA TAWA GUNUNG SINAI INI ADALAH PETUNJUK NYATA BUKIT BARISAN
( BUKTI TAUHID BANI QANTURA DI NUSANTARA ) DARI GUMAY GURU MAYAPADA ASAL USUL TEMPAT TINGGAL BANI QANTURA DI NUSANTARA
QS. Al-Isra 17 : 85
"Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: 'Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit'."
1. Roh Idofi (Roh Ilofi)
Ia adalah roh yang sangat utama bagi manusia. Roh Idofi juga disebut ”JOHAR AWAL SUCI”, kerana roh inilah maka manusia dapat hidup. Bila roh tersebut keluar dari raga, maka manusia yang bersangkutan akan mati. Roh ini sering disebut ”NYAWA”.
Roh Idofi merupakan Roh Sumber dan dari roh-roh lainnya pun akan turut serta jika roh ini ada. Kalau salah satu roh lain keluar dari raga, maka roh Idofi tetap akan tinggal di dalam jasad dan tidak terkesan. Dan manusia itu tetap hidup.
Bagi mereka yang sudah sampai pada irodat allah atau kebatinan tinggi, tentu akan mampu menjumpai dan melihat roh ini dengan penglihatannya. Dan wujudnya pula mirip diri sendiri, baik rupa maupun suara serta segala sesuatunya. Bagai berdiri di depan cermin.
Meskipun roh-roh yang lain juga demikian, tetapi kita dapat membezakannya dengan roh yang satu ini kerana tampaknya lebih dominan. Secara lumrahnya roh idofi berupa nur terang benderang dan rasanya sejuk tenteram (bukan dingin). Tentu saja kita dapat menjumpainya bila sudah mencapai tingkat “INSAN KAMIL”.
2. Roh Rabani
Roh yang dikuasai dan diperintah oleh roh idofi. Umumnya roh ini ada dalam cahaya kuning diam tak bergerak. Bila kita berhasil menjumpainya maka kita tak mempunyai kehendak apa-apa. Hatipun terasa tenteram. Tubuh tak merasakan apa-apa.
3. Roh Rohani
Roh inipun juga dikuasai oleh roh idofi. Kerana adanya roh Rohani ini, maka manusia memiliki kehendak dua rupa. Kadang-kadang suka sesuatu, tetapi di lain waktu ia tak menyukainya. Roh ini mempengaruhi perbuatan baik dan perbuatan buruk. Roh inilah yang menepati pada 4 jenis nafsu, iaitu :
• Nafsu Luwamah (aluamah)
• Nafsu Amarah
• Nafsu Supiyah
• Nafsu Mulamah (Mutma’inah).
Kalau manusia ditinggalkan oleh roh rohani ini, maka manusia itu tidak mempunyai nafsu lagi, sebab semua nafsu manusia itu roh rohani yang mengendalikannya.
Maka, kalau manusia sudah mampu mengendalikan roh rohani ini dengan baik, ia akan hidup dalam kemuliaan. Roh rohani ini sifatnya selalu mengikuti penglihatan yang melihat. Di mana pandangan kita ditempatkan atau ditujukan, di situlah roh rohani tertumpu. Sebelum kita dapat menjumpainya, terlebih dulu kita akan melihat bermacam-macam cahaya bagai kunang-kunang. Setelah cahaya-cahaya ini menghilang, barulah muncul roh rohani itu.
4. Roh Nurani
Roh ini di bawah pengaruh roh-roh lain termasuk roh Idofi. Roh Nurani ini mempunyai pembawa sifat terang. Kerana adanya roh ini, ia menjadikan manusia yang bersangkutan jadi terang hatinya. Kalau Roh Nurani meninggalkan tubuh maka orang tersebut hatinya menjadi gelap dan fikirannya berkecamuk.
Roh Nurani ini hanya menguasai nafsu Mutma’inah saja. Maka bila manusia ditunggui Roh Nurani, maka nafsu Mutma’inahnya akan menonjol dan kadang kala mengalahkan nafsu-nafsu lainnya.
Hati orang itu jadi tenteram, perilakunya pun baik dan terpuji. Air mukanya bercahaya, tidak banyak bicara, tidak ragu-ragu dalam menghadapi segala sesuatu, tidak nerungut bila ditimpa kesusahan. Suka, sedih, bahagia dan menderita dipandang sama sahaja sebagai kehendak dan kurniaan Allah SWT.
5. Roh Kudus (Roh Suci)
Roh yang ini di bawah kekuasaan Roh Idofi sepenuhnya. Roh ini mempengaruhi orang yang bersangkutan mahu memberi pertolongan kepada sesama manusia, mempengaruhi rasa ingin berbuat kebajikan dan mempengaruhi rasa enak bila berbuat ibadah sesuai dengan kepercayaan ajaran atau agama yang dianutinya.
6. Roh Rahmani
Roh ini dalam kebanyakan waktu di bawah kekuasaan roh idofi dan kadang kala boleh dipengaruhi roh yang lain. Roh ini juga disebut Roh Pemurah. Ini kerana ia diambil dari kata ”Rahman” sifat Allah SWT yang ertinya Maha Pemurah. Roh ini mempengaruhi manusia bersifat sosial serta suka memberi dan berkongsi.
7. Roh Jasmani
Roh yang di bawah kekuasaan Roh Idofi sepenuhnya. Roh ini menguasai dan mengawal seluruh darah dan urat saraf manusia. Dengan adanya roh jasmani ini, maka manusia dapat merasakan adanya rasa sakit, lesu, lelah, segar dan lain-lainnya.
Bila Roh ini keluar dari tubuh, maka walau tubuh ditusuk dengan jarum pun tubuh masih tidak terasa sakit. Kalau kita berhasil menjumpainya, maka wujudnya akan sama dengan kita. Cahayanya berwarna merah.
Roh jasmani ini menguasai nafsu amarah dan nafsu hewani. Nafsu hewani ini memiliki sifat dan kegemaran seperti binatang (animal instinct), misalnya: gemar bermalas-malasan, suka bersetubuh, mahu menang sendiri, sukakan harta, kuasa pangkat, harta dan lain-lain seumpamanya.
8. Roh Nabati
Ia ialah roh yang mengendalikan semua perkembangan dan tumbesaran badan. Roh ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi.
9. Roh Rewani
Ia adalah roh yang menjaga sifat hidup raga atau jasad kita. Bila Roh Rewani keluar dari tubuh maka orang yang bersangkutan akan tidur. Bila masuk ke tubuh orang akan terjaga. Bila orang tidur bermimpi dengan arwah seseorang, maka roh rewani dari orang bermimpi itulah yang menjumpainya. Jadi mimpi itu hasil kerja roh rewani yang juga mengendalikan otak manusia. Roh Rewani ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi. Jadi kepergian Roh Rewani dan kehadirannya kembali adalah diatur oleh Roh Idofi. Demikian juga roh-roh lainnya dalam tubuh, sangat dekat hubungannya dengan Roh Idofi.
BIHAQI KAFF HA YA AIN SHAD
ALFAKIR KJB NUSANTARA 313
Tidak ada komentar:
Posting Komentar