Senin, 15 Juni 2026

Aka Cholik Darlin Kecil

Baik, ini saya susun menjadi cerita pendek yang mengalir, menarik, dan mudah dibaca:
 
 
 
Asal Usul dan Perjalanan Hidupku
 
Nama saya Aka Cholik Darlin. Saya lahir pada tanggal 20 Oktober tahun 1984 di Desa Muara Sungai, sebuah wilayah yang terletak di pesisir Sungai Lematang. Sungai ini dikenal memiliki arus yang cukup deras, menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di sana dan menyimpan kenangan masa kecil yang tak terlupakan.
 
Ketika menginjak kelas 1 Sekolah Dasar, saya beserta orang tua pindah ke Desa Raja. Di sanalah kami menetap, tinggal di tengah hamparan kebun jeruk yang luas dan asri. Masa sekolah dasar saya lalui di SD Negeri 2 Raja, hingga tamat pada kelas 6.
 
Setelah itu, perjalanan pendidikan saya berlanjut ke SMP Negeri 1 Tanah Abang, dan dilanjutkan hingga menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Tanah Abang.
 
Ilmu yang telah saya peroleh kemudian saya amalkan. Saya pernah mengabdi sebagai tenaga pengajar, mengajar di tempat saya dibesarkan, yaitu SD Desa Raja, dan juga di SD Muara Sungai, tempat saya dilahirkan. Bagi saya, mengajar adalah cara untuk berbagi manfaat dan mengenang kembali akar asal-usul saya.
 
 
 

Kamis, 11 Juni 2026

Sultan Mahmud Badarudin IX Simbol Kebesaran Kesultanan Palembang Darusalam


Sinergi Jaga Kelestarian Budaya, Ketum DPP Fakar Indonesia Aka Cholik dan Sultan Palembang Berkomitmen Teguh Rawat Adat Tradisi Nusantara
PALEMBANG – Dewan Pimpinan Pusat Forum Advokasi dan Kajian Rakyat Indonesia (DPP Fakar Indonesia) menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai luhur kebudayaan bangsa. Hal ini diwujudkan melalui pertemuan strategis antara Ketua Umum DPP Fakar Indonesia, Bapak Aka Cholik Darlin, bersama Sultan Palembang Darussalam, guna membahas sinergi dalam merawat, menjaga, dan melestarikan adat serta tradisi warisan leluhur di tengah arus modernisasi.

Dalam pertemuan khidmat yang berlangsung di Palembang tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa adat istiadat dan tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi karakter dan identitas moral bangsa yang harus diwariskan kepada generasi muda.

"Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang besar jika kita melupakan akar budaya kita. Kolaborasi antara DPP Fakar Indonesia dengan Kesultanan Palembang Darussalam adalah bentuk nyata kepedulian kami agar adat, tradisi, dan nilai-nilai kesantunan lokal tetap hidup dan menjadi benteng moral masyarakat di era digital," ujar Aka Cholik Darlin dalam keterangan resminya.

Poin-Poin Komitmen Bersama Fakar Indonesia dan Kesultanan Palembang
Guna mengimplementasikan visi tersebut, Bapak Aka Cholik Darlin dan Sultan Palembang menyepakati beberapa langkah taktis ke depan, di antaranya:

Edukasi Tradisi untuk Generasi Muda: Menggalakkan program-program kebudayaan yang menyasar generasi milenial dan Gen Z, agar mereka memahami sejarah, filosofi adat, dan bangga terhadap identitas budaya lokal, khususnya budaya Melayu-Palembang.

Advokasi dan Pelestarian Situs Sejarah: Fakar Indonesia berkomitmen membantu menyuarakan dan mengawal kebijakan publik yang mendukung revitalisasi, perlindungan, serta pemanfaatan situs-situs bersejarah dan cagar budaya agar tetap lestari.

Penguatan Peran Lembaga Adat: Mendorong penguatan posisi lembaga adat di masyarakat sebagai wadah penyelesaian masalah sosial (restorative justice berbasis kearifan lokal) serta mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

Sinergi Budaya dan Pembangunan: Memastikan bahwa arus pembangunan ekonomi dan modernisasi di wilayah Sumatera Selatan tetap berjalan selaras, tanpa harus mengorbankan atau mengikis nilai-nilai sakral adat setempat.

Pesan Sultan Palembang Darussalam
Sementara itu, Sultan Palembang Darussalam menyambut baik dan mengapresiasi langkah konkret serta kepekaan sosial yang ditunjukkan oleh DPP Fakar Indonesia di bawah kepemimpinan Aka Cholik.

Sultan berharap, komitmen ini dapat menjadi pemantik bagi organisasi kemasyarakatan lainnya di Indonesia untuk turut mengambil peran aktif dalam menjaga benteng pertahanan budaya nusantara. Adat yang dijaga dengan baik diyakini mampu melahirkan masyarakat yang harmonis, saling menghormati, dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

Tentang DPP Fakar Indonesia:
Dewan Pimpinan Pusat Forum Advokasi dan Kajian Rakyat Indonesia (DPP Fakar Indonesia) adalah organisasi kemasyarakatan nasional yang bergerak di bidang kajian kebijakan publik, sosial, pendidikan, dan advokasi rakyat, dengan komitmen mengawal pembangunan nasional yang berkarakter dan berbasis kearifan lokal.

Sabtu, 06 Juni 2026

Hakikat Diri ( King of the King )


Manusia memilik 7 Unsur Hamba yang ada pada Manusia
1. Nafsu 
2. Akal 
3. Pikiran 
4. Rasa 
5. Perasaan 
6. Jiwa 
7. Raga / Jasad 

Seorang hamba Allah SWT memilik 7 unsur tersebut jika semuanya mampu dikendalikan dan berkolaborasi maka hidupnya akan selamat dengan menjalankan hidup penghambaan secara Syariat & Hakikat 

Didalam Hamba memiliki 4 Struktur Allah SWT yaitu 
1. Nafsy ( Udara / Nafas )
2. Roh 
3. Nur 
4. Hayya ( Hidup ) 

Semua itu adalah struktur Allah SWT yang tidak mati mengikuti Jasad tetap hidup atas kehendaknya 

Dekatlah dengan aku kata Allah maka aku lebih dekat dari urat leher mu 

Bismilahirohmanirohim 
Alfatiha ( Nabi Muhamad SAW, Nabi Sulaiman As , Darlin Bin kuncit , Aka cholik , Muslimin wal muslimat )

Salam Ya Allah
Allah ya rabb
Ya Allah hamba mu ini sudah Haq atau belum kalau sudah haq 
Ya Allah tunjukan kebesaran mu saat ini 
Atas kuasa dan ridho mu ya Allah 
Berilah hamba Anigrah 
Sebagaimana engkau memberikah kebesaran Anugrah nabi sulaiman As 
Berikan hamba kemuliaan , kehormatan, kedudukan, kekuatan , kejayaan , kekayaan , dan kerajaan 

Kun lailahaillohloh muhamadurasululloh

Sultan Palembang Darusalam


Sang Sultan 
Di awal juli 2026 saya kembali cerita tentang perjalanan Panjang ku..
Untuk mengikuti Nasehat Dan pesan leluhur yang belum tuntas

Saya sedang berada di titik terenda dalam kegelisahan Jiwa dengan begitu banyak cerita yang kulalui begitu banyak 

Tapi saya yakin ini ujian dari hakikat hidup yang harus ku jalani mengikuti jarum jam yang terus berputar dan tajamnya waktu tak bisa kita lewati ..

Deretan cerita leluhur satu persatu saya lewati , pas hari sabtu 6 juli 2026 saya berkunjung ke keraton Sultan mahmud badarudin Palembang seorang sultan simbol Keberadaan Kerajaan Palembang Darussalam yang masih ada saat ini 

Saya ditemani adinda Tama seorang Driver Grab yg ketemu beberapa bulan yang lalu, beliau rama dan punya insting sebagai sahabat yang paham rute kehidupan , seiring dia cerita tentang liku roda ekonominya dari pekerja tambang hingga driver online ..namun tanggung jawab terhadap keluarga tidak menyurutkan untuk bergerak..ya itulah tamamin na aslinya 

Disambut dengan rama oleh abdi keraton hingga ketemu Sultan yang sangat rama dan cukup berwibawa 
Sultan luar biasa yang cukup terbuka kepada Rakyatnya , saya bercerita bahwa saya datang sebagai pesan di masa lalu bahwa leluhur ku abdi kesultanan Palembang Darusalam yang berada di pesisir Sungai lematang 

Begitu lama saya cerita dari Sholat Azhar di keraton sultan hingga berjamaah di musulolah sultan saya begitu puas saat bisa menjadi makmun sholat sultan begitulah cerita sultan ..

Saya pingin tulis banyak tapi jiwa saya belum bisa fokus tulis ..saya sambung lagi ..nanti