Senin, 01 September 2014

Kegagalan Cinta

Cukup sekali aku merasa kegagalan cinta
Takkan terulang kedua kali didalam hidupku
Ho ho ya nasib ya nasib
Mengapa begini
Baru pertama bercinta sudah menderita
Cukup sekali aku merasa kegagalan cinta
Takkan terulang kedua kali didalam hidupku
Reff:
Kau yang mulai kau yang
mengakhiri
Kau yang berjanji kau yang
mengingkari
Kau yang mulai kau yang
mengakhiri
Kau yang berjanji kau yang
mengingkari
Kalau tau begini akhirnya
Tak mau dulu ku bermain cinta

Natalia

Natalia - Obbie Messakh


Malam ini di sini kita duduk berdua
Saling diam tak banyak bicara
Ada rasa curiga lewat tatap matamu
Seakan benci kaupendam di sana
Aku tiada menyangka apa yang engkau pinta
Secepat ini ingin berpisah
Katakan sejujurnya
Jangan engkau sembunyi
Di balik rindu kausimpan dusta
Aku rela melepas ikatan cinta kita
Kalau memang itu yang kauinginkan

Chorus:
Mengapa malam ini semua baru terungkap
Kausimpan dia yang lain di matamu
Bukanlah perpisahan yang akan kutangisi
Namun pertemuan yang kusesali

*  Natalia kau jelas berubah
    Natalia kau membagi cinta
    Aku insan biasa yang selalu tersisih
    Jangankan dalam kehidupan
    Di dalam bercinta pun aku kalah

(back to Chorus)
(back to *)

Kamis, 28 Agustus 2014

Inspirasi Hidup – Kata-Kata Bijak Pilihan dari Nabi Muhammad S.A.W

Inspirasi Hidup – Kata-Kata Bijak Pilihan dari Nabi Muhammad S.A.W



1. Bersabar & Bersyukur

"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah." (HR. Bukhari)

"Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat." (HR. Tirmidzi).

"Sungguh menakjubkan urusan orang beriman! Sesungguhnya semua urusannya baik. Dan yang demikian tidak dapat dirasakan oleh siapapun selain orang beriman. Jika ia memperoleh kebahagiaan, maka ia bersyukur. Bersyukur itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa mudharat, maka ia bersabar. Dan bersabar itu baik baginya." (HR. Muslim)

2. Kejujuran

"Hendaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan membawa kepada surga. Tidaklah seorang bersikap jujur & selalu berbuat jujur hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yg jujur. Dan hendaklah kalian menjauhi sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan membawa kepada neraka. Dan tidaklah seorang berbuat dusta & selalu berdusta hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta." (HR. Bukhari)

"Katakanlah yang sebenarnya (haq) walau pahit sekalipun." (HR Ibnu Hibban)

"Barangsiapa yang menipu maka tidaklah ia termasuk golonganku."(HR. Muslim: 102)

3. Bisnis / Jual Beli

Dari Hani’ bin Nayar bin Amru ra berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW ditanya mengenai pekerjaan yang paling mulia. Beliau menjawab, "Jual beli (bisnis) yang mabrur (sesuai syariat dan tidak mengandung unsur tipuan dan dosa) dan pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan kedua tangannya." (HR. Ahmad)

"Penjual dan pembeli keduanya bebas memilih selagi keduanya belum berpisah. Maka jika keduanya jujur dan saling menjelaskan dengan benar, maka akan diberkahi pada bisnis keduanya. Namun jika menyembunyikan cacat dan dusta, maka terhapuslah keberkahan jual beli tersebut." (HR. Bukhari – Muslim)

"Semoga Allah mengasihi seseorang yang mudah (bermurah hati) apabila menjual, mudah (murah hati) apabila membeli dan mudah (murah hati) apabila menagih hutang." (HR. al-Bukhari 2076)

"Seorang pebisnis yang jujur lagi amanah, maka ia akan bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada." (HR. Tirmidzi)

4. Menabung

"Simpanlah sebagian dari hartamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu." (HR. Bukhari).

5. Kekayaan
"Harta itu hijau lagi manis, maka barangsiapa yang mencarinya untuk kedermawanan dirinya maka harta itu akan memberkahinya. Namun barangsiapa yang mencarinya untuk keserakahan (ambisius, tamak) maka harta itu tidak akan memberkahinya, seperti orang yang makan namun tidak kenyang." (HR. Bukhari)

"Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup." (HR. Bukhari Muslim)

6. Sedekah

"Setiap persendian manusia wajib bersedekah pada setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya: engkau berlaku adil kepada dua orang (yang bertikai/berselisih) adalah sedekah, engkau membantu seseorang menaikannya ke atasnya hewan tunggangannya atau engkau menaikkan barang bawaannya ke atas hewan tunggangannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang engkau jalankan menuju (ke masjid) untuk shalat adalah sedekah, dan engkau menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)
"Aku datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan beliau sedang membaca ALHAAKUMUT TAKAATSUR, lalu beliau bersabda :" Anak Adam (Manusia) berkata :'Hartaku, hartaku.'" Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata lagi:'Wahai anak Adam tidaklah ada dari hartamu kecuali yang engkau makan kemudian lenyap, atau (pakaian) yang engkau pakai kemudian usang, atau yang engkau shadaqahkan dan jadi simpananmu (di akhirat)" (H.R Muslim 2958).

7. Menginginkan yang Baik untuk Orang Lain

"Tidak sempurna iman salah seorang kalian, sehingga ia mencintai kepada saudaranya apa yang ia cintai bagi dirinya.". (H.R. Al-Bukhari)

8. Anak Yatim

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini", kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya

"Sebaik-baik rumah tangga muslim ialah yang di dalamnya ada anak yatim yang dilayani dengan baik" (H.R. Ibnu Majah)

9. Keluarga

"Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: "Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam berasabda: "Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku." (Hadits riwayat Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Ash Shahihah (no. 285)).

Dari Abi ‘Abdillah Tsauban Bin Bujdad bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dinar yang paling utama yang dibelanjakan seseorang adalah dinar yang ia belanjakan untuk keluarganya, dinar yang ia belanjakan untuk kendaraannya di jalan Allah, dan dinar yang ia infakkan untuk rekan-rekannya (yang tengah berjuang) di jalan Allah." (HR. Muslim)

10. Berbuat Baik Pada Orang Tua

Dari Abu Abdurrahman bin Mas’ud ra., ia berkata : Saya bertanya kepada Nabi saw. : "Amal apakah yang paling disukai oleh Allah Ta’ala ?" Beliau menjawab : “Salat pada waktunya." Saya bertanya lagi : "Kemudian apa ?" Beliau menjawab : "Berbuat baik kepada kedua orang tua." Saya bertanya lagi : "Kemudian apa ?" Beliau menjawab : "Berjihad (berjuang) di jalan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Menjaga Perkataan

"Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan melaknat; bukan orang yang keji, dan bukan orang yang buruk perkataannya." (HR. Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan shahih”).

12. Rendah Hati

"Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tak seorangpun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain" (HR Muslim 2853)

Dari Abdillah bin Mas’ud ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, "Orang yang mempunyai sifat sombong sedikit saja di dalam hatinya tidak akan masuk surga." Seseorang berkata, "Bagaimana halnya ihwal seseorang yang mempunyai pakaian-pakaian yang indah dan sepatu-sepatu yang indah?" Rasulullah saw bersabda, "Allah itu indah dan Allah menyukai keindahan (Seseorang tidak disebut sombong jika ia mempercantik dirinya). Kesombongan terletak pada penolakan terhadap kebenaran dan memandang orang lain rendah." (H.R. Muslim)

Cara Menghilangkan Pikiran Mesum Dan Kotor

Cara Menghilangkan Pikiran Mesum Dan Kotor


Cara Menghilangkan Pikiran Mesum Dan Kotor – Bagi kebanyakan orang terutama kaum laki-laki, memiliki kebiasaan yang sangat buruk. Kebiasaan tersebut kadang memalukan, namun juga bisa dikatakan sebagai hal yang wajar. Kebiasaan tersebut muncul ketika sedang menyaksikan sesosok perempuan baik secara sengaja atau tidak di sengaja. Apalagi? Kalau bukan pikiran jorok. Ya, kebanyakan laki-laki memang memiliki otak mesum atau yang sering disebut dengan ‘omes’. Jika sedang kumat, anda akan mengalami yang namanya imajinasi dan membayangkan sesosok wanita (entah siapa itu, bisa jadi orang-orang di sekitarnya yang memiliki badan bohai, semok, seksi, dan sejenisnya) yang sangat tepat untuk dijadikan sebagai pelampiasan seksual. dan kebiasaan ini hadir bukan dalam waktu yang jarang.
Sebenarnya dapat dikatakan sebagai hal yang wajar, di mana laki-laki pada umumnya memang haus dengan belainan wanita. Terlebih lagi pada remaja, yang sangat tertarik dan selalu penasaran dengan hal-hal yang berhubungan dengan seks. namun jika berlebihan, tentu saja ini bukan sudatu yang bagus untuk kesehatan emosional anda. yang lebih bahayanya lagi, berpikiran mesum anda jadikan sebagai pengantar tidur anda. bukan kebiasaannya, namun efeknyalah yang memiliki dampak yang berbahaya yang mana anda dapat melakukan hal nekat di luar dugaan anda sendiri. nah, bagi kalian para ‘mesumers’, ada Cara Ampuh Menghilangkan Pikiran Mesum Dan Kotor. Langsung saja, cekidot dan semoga bermanfaat :
1.    Berniat sungguh sungguh merupakan kunci utama dari sekian tips untuk Tips Ampuh Menghilangkan Pikiran Jorok. Sobat harus tekankan hal ini.
2.    Mengarahkan pandangan mata ke hal yang positif saja, ini sangat berguna sekali mengingat “Sudut pandang fisik itu sangat berpengaruh bagi sudut pandang di pikiran” (Mario Teguh). Hal ini jelas ketika anda sedang melihat makanan yang enak, pasti yang anda pikirkan adalah betapa enaknya makanan tersebut, dan ketika anda melihat sesuatu yang tidak enak maka pikiran kita akan merasa tidak enak.
3.    Berkata positif, secara sepintas ini terlihat sederhana namun mempunyai pengaruh yang sangat luar biasa, terbukti orang dapat lebih bersemangat ketika mendengar motivasi ataupun sugesti dorongan. Jadi dengan berkata positif maka akan berdampak positif juga bagi pikiran dan tentunya akan juga bermanfaat positif pula bagi kesehatan pikiran kita.
4.    Membelokkan pikiran kita, ini mungkin sulit untuk di lakukan, tapi ini harus di lakukan ketika kita sudah terlanjur masuk kedalam berpikir jorok. misalnya suatu waktu tertentu pikiran kita secara tidak sengaja berfikit tentang warna hitam maka hal itu dapat kita belokkan dengan memiikirkan sesuatu yang putih. Sekali lagi ini sangat sulit untuk di lakukan.
5.    Bergaul dengan Orang yang Berbicara Positif, ini sangat efektif dan terbukti manjur mengingat banyak terjadi kasus yang di sebabkan karena ikut-ikutan. Hal ini di mungkinkan jika orang yang berfikir positif lemah terpengaruh oleh orang yang berfikiran negatif kuat.
6.    Mendengarkan musik, pada bagian ini bisa di bilang sebagai pengalihan perhatian, dengan mendengarkan musik maka pusat perhatian kita akan tertuju pada musik tersebut. Atau mungkin kita bisa mengalihkan dengan melihat TV dan sebagainya.
7.    Berolahraga, olahraga dapat di lakukan seseorang hanya dengan fokus dan melakukan gerak tubuh, hal ini sangat ampuh untuk mengalihkan perhatian pikiran kita.
8.    Menetralkan pikiran, yakni dengan menghela nafas panjang dengan posisi duduk rilex atau berbaring rilex dengan memejamkan mata.
Related posts:

Suku Lematang

SUKU LEMATANG
Sumatera Selatan













































































Letak        : Sumatera Selatan
Populasi   : 250.000
Bahasa     : Lematang
Agama     : 100 % Islam
Budaya    : Lematang

Suku Lematang tinggal di daerah Lematang yang terletak di antara Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat Serta Kab.Pali & Prabumulih. Daerah ini berbatasan dengan daerah Kikim dan Enim. Suku ini menempati wilayah di sepanjang sungai Lematang (yang termasuk sungai yang dalam dan merupakan salah satu dari aliran Batanghari Sembilan), di sekitar kota Muaraenim dan kota Prabumulih, dekat dengan kota Gelumbang. Juga di sepanjang wilayah dekat aliran sungai Rawas dekat kota Bingintelok dan Terusan. Sungai Lematang disebut juga sebagai `sungai orang kaya' karena penghasil koral terbesar di Sumatera Selatan. Daerah Lematang memiliki 4 kecamatan, salah satunya Kecamatan Merapi yang terdiri dari 37 buah desa di antaranya Desa Muara Lawai, Gedung Agung, Banjarsari, Kota Agung, Tanjung baru, Arahan, dll. Asal usul orang Lematang dari kerajaan Majapahit, keturunan orang Banten dan Wali Sembilan.
 
SOSIAL BUDAYA
 
Pada umumnya orang Lematang bekerja di bidang pertanian dan perkebunan. Hasil utamanya antara lain : kopi, karet, kelapa sawit, dan tanaman keras lainnya. Mereka memiliki lahan pertanian yang luas sehingga tidak kesulitan mencari lapangan pekerjaan. Tetapi di satu sisi hal itu menyebabkan kecenderungan tidak biasa bekerja keras. Dari hasil pertanian dan perkebunan serta hasil sungai (koral) menjadikan mereka berkecukupan.
Orang Lematang sangat terbuka dan memiliki sifat ramah tamah dalam menyambut setiap pendatang yang ingin mengetahui seluk beluk dan keadaan daerah dan budayanya. Mereka juga memiliki rasa kebersamaan yang tinggi. Hal itu terbukti dari sikap gotong royong dan tolong menolong bukan hanya kepada masyarakat Lematang sendiri tetapi juga kepada masyarakat luar.
Rumah orang Lematang berbentuk rumah panggung dengan model limas. Model ini dilatarbelakangi oleh 2 faktor : pertama, karena dikelilingi oleh hutan lebat maka sering diganggu binatang buas; kedua, daerahnya berawa-rawa karena terletak di sekitar sungai. Rumah-rumah ini memiliki tempat duduk yang menghadap ke jalan raya di bagian depan rumah yang disebut pance. Pance adalah tempat untuk bersantai baik dengan sesama anggota keluarga maupun dengan orang yang berkunjung.
Ada beberapa sistem adat pernikahan orang Lematang: 1) calon mempelai laki-laki akan menjadi anggota keluarga penuh dari calon mempelai perempuan, dimana hal ini berarti semua biaya pernikahan ditanggung oleh pihak perempuan; 2) mempelai laki-laki bersama mempelai perempuan diperbolehkan meninggalkan mertuanya untuk mencari pekerjaan di daerah lain, namun jaminan masa tua mertua tetap menjadi tanggung jawab mereka. 3) sesuai syariat Islam
Bila orang luar menikah dengan salah satu orang Lematang harus menikah secara Islam.
Harta warisan sesuai Syariat Islam

AGAMA/KEPERCAYAAN
 
Masyarakat Lematang saat ini beragama Islam , dalam hal adat istiadat, mereka menganggap bahwa adat istiadat mereka dapat dikatakan sebagai adat istiadat Lahat dan juga Muara Enim,pali & Prabumulih

KEBUTUHAN
 
KEBUTUHAN orang Lematang saat ini adalah pembinaan sumber daya manusia baik dalam bidang pendidikan maupun dalam pembinaan mental agar bisa menghadapi kemajuan jaman yang penuh dengan persaingan yang ketat. Di bidang pendidikan Islam masyarakat Lematang Lebih maju banyak berdirinya Pesantren2 , sebagian pesisir Sungai Lematang banyak Tokoh Penyiar Agama dari Demak dan Mataram serta Samudra Pasai sebagai penyebar Agama Islam.

”Sesungguhnya ALLAH menciptakan manusia, lelaki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa2 dan bersuku2 supaya kamu SALING MENGENAL….(QS. Al-Hujurat:13)

Candi Bumi Ayu

Candi Bumi Ayu Di Desa Bumi Ayu Kec.Tanah Abang Kab.Pali Sum-Sel

Sumatera Selatan hanya memiliki satu buah candi, yaitu Candi Bumi Ayu yang merupakan sebuah kompleks percandian. Ada sembilan buah candi yang terdapat di dalam kompleks percandian Bumi Ayu di Kab.Pali, Sumatera Selatan. Nama Bumiayu diambil dari nama desa di mana candi ini terletak, Desa Bumiayu, Tanah Abang. Candi Bumi Ayu terletak di Kabupaten Pali, dan memiliki fasilitas penunjang seperti Museum. Untuk menuju lokasi Candi, jalan juga sudah mulai dibangun oleh pemerintah daerah supaya lebih baik. Lokasi Candi Bumi Ayu berjarak 85 kilometer dari Kota Muara Enim, dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam perjalanan berkendara dengan mobil. Jika anda datang dari arah Palembang, jarak yang harus anda tempuh sekitar 300 km.
Luas komplek Candi Bumiayu  adalah 76 hektar, dengan 11 buah candi yang terdapat di dalamnya. Candi-candi tersebut memiliki aliran siwa dan merupakan peninggalan agama Hindu, sama seperti Candi Prambanan di Jawa Tengah. Pemerintah daerah telah memugar empat bangunan candi yang ada yaitu candi 1, candi 2, candi 3 dan candi 8. Sejarah Candi Bumi Ayu yang diketahui saat ini adalah ditemukan oleh EP. Tombrink pada tahun 1864, di pesisir Sungai Lematang, Pali. Masyarakat sekitar meyakini, lokasi candi Bumiayu adalah bekas istana sebuah kerajaan Gedebong Undang. Penyebutan kata candi juga mengikuti kata bahasa jawa, karena masyarakat sekitar menamainya dengan Kuil. Ada arca Siwa Mahaguru, Narawahana, Agastya dan Nandi yang merupakan simbol Hindu.
Candi-Bumi-Ayu
Candi-Bumi-Ayu
Candi Bumi Ayu merupakan salah satu situs peninggalan agama Hindu yang terdapat di pesisir sungai lematang, di hilir desa siku sebagai desa paling hilir dari kecamatan rambang dangku masih kawasan Kabupaten Pali Propinsi Sumatera Selatan. dengan kata lain suksesnya candi bumi ayu sebagai tujuan wisata akan berpengaruh pada perkembangan rambang dangku. Candi-candi di Bumi ayu merupakan death monument, artinya monumen yang telah ditinggalkan masyarakat pendukungnya. Candi tersebut ditinggalkan mungkin seiring dengan terdesaknya kekuatan politik Hindu oleh Islam pada sekitar abad ke-16. Kemudian candi-candi itu rusak dan terkubur tanah hingga ditemukan kembali oleh E.P. Tombrink tahun 1864. Tinggalan monumental itu beserta sistem budayanya benar-benar hilang pula dari ingatan kolektif pewarisnya. Hal itu tampak bahwa penduduk Bumi ayu tidak mengenal fungsinya semula.
Cerita penduduk yang dicatat oleh A.J. Knaap tahun 1902 menyatakan bahwa apa yang sekarang disebut candi di Bumi ayu itu adalah bekas istana sebuah kerajaan yang disebut Gedebong Undang. Diceritakan pula bahwa wilayah kerajaan tersebut sampai di Modong dan Babat. F.M. Schnitger melaporkan bahwa di kedua desa tersebut terdapat pula tinggalan agama Hindu (1934:4), namun kini telah hilang terkena erosi Sungai Lematang. Penduduk Bumiayu tidak mengenal pula kata “candi” sebelum ada kegiatan penelitian, perlindungan, dan pemeliharaan di situs tersebut. Kata “candi” diambil dari bahasa Jawa untuk menggantikan kata “kuil” dari agama Hindu atau Budha. Namun, orang Jawa yang mewarisi puluhan candi-candi itu pun tidak mengenal lagi pengertian dan fungsi candi yang sebenarnya. Mereka menganggap candi sebagai bangunan pemakaman atau penanaman abu jenazah, bukan kuil dewa Hindu atau Budha. R. Soekmono (1974)
Candi ini merupakan satu-satunya Kompleks Percandian di Sumatera Selatan dan merupakan salah satu objek wisata yang tepat untuk di kunjungi saat liburan keluarga. Sampai saat ini tidak kurang 9 buah bangunan Candi yang telah ditemukan dan 4 diantaranya telah dipugar, yaitu Candi 1, Candi 2, Candi 3 dan Candi 8. Usaha pelestarian ini telah dimulai pada tahun 1990 sampai sekarang, dengan didukung oleh dana APBN. Walaupun demikian peran serta Pemerintah Kabupaten Pali cukup besar, antara lain Pembangunan Jalan, Pembebasan Tanah dan Pembangunan Gedung Museum Lapangan. Percandian Bumiayu meliputi lahan seluas 75,56 Ha, dengan batas terluar berupa 7 (tujuh) buah sungai parit yang sebagian sudah mengalami pendangkalan.

Songket Palembang

Songket

Dari Wikipedia bahasa Indonesia.
Songket Minangkabau, motif segitiga bagian bawah melambangkan rebung (tunas bambu)
Songket adalah jenis kain tenunan tradisional Melayu dan Minangkabau di Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Songket digolongkan dalam keluarga tenunan brokat. Songket ditenun dengan tangan dengan benang emas dan perak dan pada umumnya dikenakan pada acara-acara resmi. Benang logam metalik yang tertenun berlatar kain menimbulkan efek kemilau cemerlang.

Kata songket berasal dari istilah sungkit dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, yang berarti "mengait" atau "mencungkil". Hal ini berkaitan dengan metode pembuatannya; mengaitkan dan mengambil sejumput kain tenun, dan kemudian menyelipkan benang emas.[1] Selain itu, menurut sementara orang, kata songket juga mungkin berasal dari kata songka, songkok khas Palembang yang dipercaya pertama kalinya kebiasaan menenun dengan benang emas dimulai.[2] Istilah menyongket berarti ‘menenun dengan benang emas dan perak’. Songket adalah kain tenun mewah yang biasanya dikenakan saat kenduri, perayaan atau pesta. Songket dapat dikenakan melilit tubuh seperti sarung, disampirkan di bahu, atau sebagai destar atau tanjak, hiasan ikat kepala. Tanjak adalah semacam topi hiasan kepala yang terbuat dari kain songket yang lazim dipakai oleh sultan dan pangeran serta bangsawan Kesultanan Melayu.[3] Menurut tradisi, kain songket hanya boleh ditenun oleh anak dara atau gadis remaja; akan tetapi kini kaum lelaki pun turut menenun songket.[2] Beberapa kain songket tradisional Sumatra memiliki pola yang mengandung makna tertentu.
Songket harus melalui delapan peringkat sebelum menjadi sepotong kain dan masih ditenun secara tradisional. Karena penenun biasanya dari desa, tidak mengherankan bahwa motif-motifnya pun dipolakan dengan hewan dan tumbuhan setempat. Motif ini seringkali juga dinamai dengan nama kue khas Melayu seperti serikaya, wajik, dan tepung talam, yang diduga merupakan penganan kegemaran raja.

Sejarah

Perempuan Minang yang tengah menenun songket sekitar tahun 1900
Penenunan songket secara sejarah dikaitkan dengan kawasan permukiman dan budaya Melayu, dan menurut sementara orang teknik ini diperkenalkan oleh pedagang India atau Arab.[2] Menurut hikayat rakyat Palembang, asal mula kain songket adalah dari perdagangan zaman dahulu di antara Tiongkok dan India. Orang Tionghoa menyediakan benang sutera sedangkan orang India menyumbang benang emas dan perak; maka, jadilah songket.[4] Kain songket ditenun pada alat tenun bingkai Melayu. Pola-pola rumit diciptakan dengan memperkenalkan benang-benang emas atau perak ekstra dengan penggunaan sehelai jarum leper. Tidak diketahui secara pasti dari manakah songket berasal, menurut tradisi Kelantan teknik tenun seperti ini berasal dari utara, yakni kawasan Kamboja dan Siam, yang kemudian berkembang ke selatan di Pattani [5] dan akhirnya mencapai Kelantan dan Terengganu sekitar tahun 1500-an.[6] Industri kecil rumahan tenun songket kini masih bertahan di pinggiran Kota Bahru dan Terengganu.[7] Akan tetapi menurut penenun Terengganu[butuh rujukan], justru para pedagang Indialah yang memperkenalkan teknik menenun ini pertama kali di Palembang dan Jambi, yang mungkin telah berlaku sejak zaman Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-11).[2]
Songket Palembang dikenakan oleh pengantin wanita berbusana pernikahan adat Aesan Gede
Menurut tradisi Indonesia sendiri, kain songket nan keemasan dikaitkan dengan kegemilangan Sriwijaya, [8][9] kemaharajaan niaga maritim nan makmur lagi kaya yang bersemi pada abad ke-7 hingga ke-13 di Sumatera. Hal ini karena kenyataan bahwa pusat kerajinan songket paling mahsyur di Indonesia adalah kota Palembang. Songket adalah kain mewah yang aslinya memerlukan sejumlah emas asli untuk dijadikan benang emas, kemudian ditenun tangan menjadi kain yang cantik. Secara sejarah tambang emas di Sumatera terletak di pedalaman Jambi dan dataran tinggi Minangkabau. Meskipun benang emas ditemukan di reruntuhan situs Sriwijaya di Sumatera, bersama dengan batu mirah delima yang belum diasah, serta potongan lempeng emas, hingga kini belum ada bukti pasti bahwa penenun lokal telah menggunakan benang emas seawal tahun 600-an hingga 700-an masehi.[2] Songket mungkin dikembangkan pada kurun waktu yang kemudian di Sumatera. Songket Palembang merupakan songket terbaik di Indonesia baik diukur dari segi kualitasnya, yang berjuluk "Ratu Segala Kain". Songket eksklusif memerlukan di antara satu dan tiga bulan untuk menyelesaikannya, sedangkan songket biasa hanya memerlukan waktu sekitar 3 hari. Mulanya kaum laki-laki menggunakan songket sebagai destar, tanjak atau ikat kepala. Kemudian barulah kaum perempuan Melayu mulai memakai songket sarung dengan baju kurung.
Dokumentasi mengenai asal usul songket masih tidak jelas, kemungkinan tenun songket mencapai semenanjung Malaya melalui perkawinan atau persekutuan antar bangsawan Melayu, karena songket yang berharga kerap kali dijadikan maskawin atau hantaran dalam suatu perkawinan. Praktik seperti ini lazim dilakukan oleh negeri-negeri Melayu untuk mengikat persekutuan strategis. Pusat kerajinan songket terletak di kerajaan yang secara politik penting karena bahan pembuatannya yang mahal; benang emas sejatinya memang terbuat dari lembaran emas murni asli.[10]
Songket sebagai busana diraja juga disebutkan dalam naskah Abdullah bin Abdul Kadir pada tahun 1849.[11]

Motif

Songket memiliki motif-motif tradisional yang sudah merupakan ciri khas budaya wilayah penghasil kerajinan ini. Misalnya motif Saik Kalamai, Buah Palo, Barantai Putiah, Barantai Merah, Tampuak Manggih, Salapah, Kunang-kunang, Api-api, Cukie Baserak, Sirangkak, Silala Rabah, dan Simasam adalah khas songket Pandai Sikek, Minangkabau.[12] Beberapa pemerintah daerah telah mempatenkan motif songket tradisional mereka. Dari 71 motif songket yang dimiliki Sumatera Selatan, baru 22 motif yang terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dari 22 motif songket Palembang yang telah terdaftar di antaranya motif Bungo Intan, Lepus Pulis, Nampan Perak, dan Limar Beranti. Sementara 49 motif lainnya belum terdaftar, termasuk motif Berante Berakam pada seragam resmi Sriwijaya Football Club. Selain motif Berante Berakam, beberapa motif lain yang belum terdaftar yakni motif Songket Lepus Bintang Berakam, Nago Besaung, Limar Tigo Negeri Tabur Intan, Limar Tigo Negeri Cantik Manis, Lepus Bintang Penuh, Limar Penuh Mawar Berkandang, dan sejumlah motif lain.[9]

Songket kini

Ditinjau dari bahan, cara pembuatan, dan harganya; songket semula adalah kain mewah para bangsawan yang menujukkan kemuliaan derajat dan martabat pemakainya. Akan tetapi kini songket tidak hanya dimaksudkan untuk golongan masyarakat kaya dan berada semata, karena harganya yang bervariasi; dari yang biasa dan terbilang murah, hingga yang eksklusif dengan harga yang sangat mahal. Kini dengan digunakannya benang emas sintetis maka songket pun tidak lagi luar biasa mahal seperti dahulu kala yang menggunakan emas asli. Meskipun demikian, songket kualitas terbaik tetap dihargai sebagai bentuk kesenian yang anggun dan harganya cukup mahal.
Sejak dahulu kala hingga kini, songket adalah pilihan populer untuk busana adat perkawinan Melayu, Palembang, Minangkabau, Aceh dan Bali. Kain ini sering diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita sebagai salah satu hantaran persembahan perkawinan. Di masa kini, busana resmi laki-laki Melayu pun kerap mengenakan songket sebagai kain yang dililitkan di atas celana panjang atau menjadi destar, tanjak, atau ikat kepala. Sedangkan untuk kaum perempuannya songket dililitkan sebagai kain sarung yang dipadu-padankan dengan kebaya atau baju kurung.
Meskipun berasal dari kerajinan tradisional, industri songket merupakan kerajinan yang terus hidup dan dinamis. Para pengrajin songket terutama di Palembang kini berusaha menciptakan motif-motif baru yang lebih modern dan pilihan warna-warna yang lebih lembut. Hal ini sebagai upaya agar songket senantiasa mengikuti zaman dan digemari masyarakat.[9] Sebagai benda seni, songket pun sering dibingkai dan dijadikan penghias ruangan. Penerapan kain songket secara modern amat beraneka ragam, mulai dari tas wanita, songkok, bahkan kantung ponsel.

Pusat kerajinan songket

Songket tradisional Sasak, Lombok.
Di Indonesia, pusat kerajinan tangan tenun songket dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Lombok dan Sumbawa. Di pulau Sumatera pusat kerajinan songket yang termahsyur dan unggul adalah di daerah Pandai Sikek dan Silungkang, Minangkabau, Sumatera Barat,[12] serta di Palembang, Sumatera Selatan. Di Bali, desa pengrajin tenun songket dapat ditemukan di kabupaten Klungkung, khususnya di desa Sidemen dan Gelgel. Sementara di Lombok, desa Sukarara di kecamatan Jonggat, kabupaten Lombok Tengah, juga terkenal akan kerajinan songketnya.[13] Di luar Indonesia, kawasan pengrajin songket didapati di Malaysia; antara lain di pesisir timur Semenanjung Malaya[14] khususnya industri rumahan di pinggiran Kota Bahru, Kelantan dan Terengganu; serta di Brunei.[10]