AKA CHOLIK DARLIN WAKAFKAN 84 JUTA GAJINYA UNTUK 3 PONDOK PESANTREN DIKABUPATEN PALI | Lintas Peristiwa : Portal Berita Online
http://www.lintasperistiwa.com/daerah/aca-cholik-darlin-wakafkan-84-juta-gajinya-untuk-3-pondok-pesantren-dikabupaten-pali
“Jangan takut jatuh karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan baru dan mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.” ( Buya Hamka ) " Salam Han9at Aka Center 9.1 "
“Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitik embun yan
Kamis, 02 Juni 2016
Harta Jabatan Tidak Ada Artinya dihadapan Allah
Jumat, 26 Februari 2016
Suara Kecil itu yang sering kudengar selalu hadir di suatu Waktu
Hari ini aku sdikit meluangkan Waktu...untuk menulis di bloger..sdh lama aku merindukan bisa bersama untuk kmbali menulis...aku sering menangis mukin aku lelah atau terlalu sering melihat kejadian yg dulu sering di critakan Ayah...se dewasa ini sering ku temui namun untuk keceritakan pada ayah tak mukin lg karena Ayah sdh di Alam sana, aku mulai sadar sosok Ayah harus ku mulai ceritakan pada duo jagoan ku Aziz n Azam " We Are love u Father " Masih Terasa saat aku kecil dulu seaakan itu terjadi kemarin , Sebuah kebiasaan setelah ku pulang sekolah aku berkunjung tmpt Tanah kelahiran ku..dimana dirumah lama tmpt kudilahirkan ada Kakek ku Kuncit bin kasan bin H.Abdulrahman, aku sering di ajari tetang makna hidup ini dari sosok sederhananya yg selalu kusimpan untuk kujadikan bekal dari mimpiku " Kalau bisa mencukupi untuk hari ini bekal yg kita Punya kenapa harus memintah atau meminjam bekal dgn orang lain ( KK ) " sederhananya teruji sampai dia tdk perna rasakan untuk minum kopi atau teh di warung meskipun itu di blkng rma, kakek mengajari ku mandiri di musim banjir aku sering di ajak menggunakan perahu kayu yg panjang untk mengambil pakan kambing kakek ku tdk perna mengeluh kami sering mencari ikan kecil untuk makan siang kami tertawa kami tersenyum setelah itu nenek hosna bin ahmad memanggil kami untuk makan siang , kakake ku selalu sholat suhur sblm mkn itu selain kwajiban mjga stabil tubuh kakek...aku rindu waktu itu . Radio cawang miliknya sering kudengarkan ...aku menyadari waktu kecil ku tdk byk bermain nonton berkemah , aku lbh byk bercerita dgn Alam kakek ku yg sederhana pengembala kambing , ibu ku yg sering ke sawah , Ayah ku yg sering cerita ttng Nusantara, Ayah lbh sering cerita kami anaknya klw cerita dgn orang lain tak mau percaya ya kami orang miskin............., aku sering berhayal dan ada suara kecil yg sering mengambarkan esoknya aku aku menjadi apa yg ku citakan tercapai.....hari ini aku menyadari aku telah diuji Allah SWT ...sbgai wakil Rakyat...sbenarnya mimpi ini sdh ku mulai 20 thn yg lalu, namun itu hya mimpi....hari ini umurku 31 tahun semua Suara itu dari khayal itu..mulai kurasakan nyatanya...Ya Allah Semoga mimpiku Selalu Terwujud...Aminnn .....hari ini suara kecil itu menghantui lagi...namun akan kuceritakan...jika mnjadi nyata lg...( Aka Cholik Darlin )
Aka Cholik Desak Pemerintah Segera Prioritaskan Sarana Pendidikan Pali
Aka cholik Apresiasi Kinerja Tegas Bupati Pali
Rabu, 23 Desember 2015
Jumat, 22 Mei 2015
Rindu Cerita Mu Ayah Tetang Senyumnya Doeloe Indonesia Ku
Hari ini pasnya Bulan Mei ,seiring sdh mulainya banyak tugas sebagai sang Aspirator , sedikit demi sedikit aku merasakan tetang makna kehidupan ini yg telah aku lalui, disisi lain sering ku mendengar sebuah cerita dari sebuah pondok kecil di tepian sungai lais yg ada di kampung ku..ketika 14 tahun yg lalu saat kami bethenti sejenak dari hamparan sawah yg mulai menguning yang bertanda sbentar lg akan panen sang ibu telah mempersiapkan makan siang yg seakan2 baru kmarin aku mrshkanya msh terasa pedasnya sambal manisnya ikan & sayur indahnya ku dengar suara burung bersiul yang semua itu alami.., Ayah menceritakan ttng indanya Alam Negeri ini sopan santun penghuninya dan idialis para pekerja di seluru bidang dgn semangat Indonesia yg damai yg tolerasi yang selalu menebar senyum harapan untuk Negeri ini Sejaterah hakiki..., hari ini aku rasakan sdikit sebuah pekerjaan yg diamanahkan Tuhan klw la di badingkan pada 14 thn yg lalu sunggu terlalu mewah saat ini ku rasakan msh bisa ku hitung beberapa hotel mewah yg kuhuni pesawat Terbang yg ku tumpangi tempat wisata & kuliner yg ku nikmati dgn perjalanan selalu ada sang protokoler...namun aku sering terlintas ttng sudut pandang dari sebuah cerita Sang Ayah ttng keramahan Orang Indonesia , 4 bulan sdh bisa kusimpulkan sedikit makna dari senyum itu , ketika aku menaiki sebuah Taxi dan menaiki hotel ada selalu senyuman dari sang sopir ,Ob tapi itu selalu aku akhiri dgn sebuah Tip atau Buah Tangan Atau Uang bhkn sering kuterima sebuah senyuman dan ucapan terima kasih...dalam tulusan ini aku sudah bisa rasakan ttng cerita Ayah..oh Indahnya Negeri ku ini..
Namun pada saat aku tulis kata ini pasnya Bulan Mei 2015 ketika aku pulang Dinas dari Bandung kami dgn tmn2 menaiki sebuah Travel menuju bandara Soehta, ketika kami sdh mendapatkan Boarding Pas , setibanya kami pukul 10 pagi disana smentara waktu terbang GA108 pukul 13:10 kami harus menunggu sampai 3 jam lebih, tiba2 ada ide dari sang teman untuk mencari tmpt Refleksi kaki,Sepakat kami menghapiri sebuah tmpt semacam Resto yg mengatasnamakan sebuah perusahaan Ternama di bidang Komunikasi yaitu Telkomsel , kami memasuki tempat itu mulailah sebagian anteri untuk lakukan trafis ,saya mengambil inisiatif hy menunggu teman Alasa pertama sy tdk terlalu capek kedua sy ukur dompet saya spertinya sdh mulai menipis , tak sampai 5 menit tiba2 dtnglah seorang gadis pegawai Resto itu dia bertanya " Permisi bapak2 apakah bapak2 sudah boking waktu untuk Refleksi sy menjawab " sebagian menunggu anteri refleksi sebagian hy menunggu teman , dia menjawab klw bapak2 pasti refleksi tidak masalah duduk disini tapi bagi yang tidak refleksi mohon keluar saja atau terkena Cas separuh harga Refleksi,dgn diam kami sadar kami duduk di tmpt ini hanya menunggu teman tdk menguntungkan mereka padahal klwlah 50 orang lagi dudukpun masih bisa masih terlihat sepi tmpt itu ,kami sadar langsung keluar dari tmpt itu " akhirnya belum bisa simpilkan Cerita Ayah ttng Negeri ku ini terpaksa aku tulis sedikit " Ada Uang Ada Senyum " mukin saja ku rubah kata ini saat aku simpulkan dari rata2 tempat yang ku kunjungi , jadi ingat film Indonesia ttng peradapan doeloe yg indah disetiap Rumah penduduk disediakan Air minum untuk siapapun yg lewat Rumah itu bisa meminumnya dan itu di jamin halal bersih tanpa alat kimia lainya , namun hari sering kita dgr pormalin beras sentetis..aduh membunuh meracuni tmn negeri sendiri...Ayah nanti Anak mu tulis lagi apa yg aku mimpikan dulu bersama Ayah untuk buat semua orang tersenyum " Bersambung......Salam Aka Cholik Darlin.