Hari ini pasnya Bulan Mei ,seiring sdh mulainya banyak tugas sebagai sang Aspirator , sedikit demi sedikit aku merasakan tetang makna kehidupan ini yg telah aku lalui, disisi lain sering ku mendengar sebuah cerita dari sebuah pondok kecil di tepian sungai lais yg ada di kampung ku..ketika 14 tahun yg lalu saat kami bethenti sejenak dari hamparan sawah yg mulai menguning yang bertanda sbentar lg akan panen sang ibu telah mempersiapkan makan siang yg seakan2 baru kmarin aku mrshkanya msh terasa pedasnya sambal manisnya ikan & sayur indahnya ku dengar suara burung bersiul yang semua itu alami.., Ayah menceritakan ttng indanya Alam Negeri ini sopan santun penghuninya dan idialis para pekerja di seluru bidang dgn semangat Indonesia yg damai yg tolerasi yang selalu menebar senyum harapan untuk Negeri ini Sejaterah hakiki..., hari ini aku rasakan sdikit sebuah pekerjaan yg diamanahkan Tuhan klw la di badingkan pada 14 thn yg lalu sunggu terlalu mewah saat ini ku rasakan msh bisa ku hitung beberapa hotel mewah yg kuhuni pesawat Terbang yg ku tumpangi tempat wisata & kuliner yg ku nikmati dgn perjalanan selalu ada sang protokoler...namun aku sering terlintas ttng sudut pandang dari sebuah cerita Sang Ayah ttng keramahan Orang Indonesia , 4 bulan sdh bisa kusimpulkan sedikit makna dari senyum itu , ketika aku menaiki sebuah Taxi dan menaiki hotel ada selalu senyuman dari sang sopir ,Ob tapi itu selalu aku akhiri dgn sebuah Tip atau Buah Tangan Atau Uang bhkn sering kuterima sebuah senyuman dan ucapan terima kasih...dalam tulusan ini aku sudah bisa rasakan ttng cerita Ayah..oh Indahnya Negeri ku ini..
Namun pada saat aku tulis kata ini pasnya Bulan Mei 2015 ketika aku pulang Dinas dari Bandung kami dgn tmn2 menaiki sebuah Travel menuju bandara Soehta, ketika kami sdh mendapatkan Boarding Pas , setibanya kami pukul 10 pagi disana smentara waktu terbang GA108 pukul 13:10 kami harus menunggu sampai 3 jam lebih, tiba2 ada ide dari sang teman untuk mencari tmpt Refleksi kaki,Sepakat kami menghapiri sebuah tmpt semacam Resto yg mengatasnamakan sebuah perusahaan Ternama di bidang Komunikasi yaitu Telkomsel , kami memasuki tempat itu mulailah sebagian anteri untuk lakukan trafis ,saya mengambil inisiatif hy menunggu teman Alasa pertama sy tdk terlalu capek kedua sy ukur dompet saya spertinya sdh mulai menipis , tak sampai 5 menit tiba2 dtnglah seorang gadis pegawai Resto itu dia bertanya " Permisi bapak2 apakah bapak2 sudah boking waktu untuk Refleksi sy menjawab " sebagian menunggu anteri refleksi sebagian hy menunggu teman , dia menjawab klw bapak2 pasti refleksi tidak masalah duduk disini tapi bagi yang tidak refleksi mohon keluar saja atau terkena Cas separuh harga Refleksi,dgn diam kami sadar kami duduk di tmpt ini hanya menunggu teman tdk menguntungkan mereka padahal klwlah 50 orang lagi dudukpun masih bisa masih terlihat sepi tmpt itu ,kami sadar langsung keluar dari tmpt itu " akhirnya belum bisa simpilkan Cerita Ayah ttng Negeri ku ini terpaksa aku tulis sedikit " Ada Uang Ada Senyum " mukin saja ku rubah kata ini saat aku simpulkan dari rata2 tempat yang ku kunjungi , jadi ingat film Indonesia ttng peradapan doeloe yg indah disetiap Rumah penduduk disediakan Air minum untuk siapapun yg lewat Rumah itu bisa meminumnya dan itu di jamin halal bersih tanpa alat kimia lainya , namun hari sering kita dgr pormalin beras sentetis..aduh membunuh meracuni tmn negeri sendiri...Ayah nanti Anak mu tulis lagi apa yg aku mimpikan dulu bersama Ayah untuk buat semua orang tersenyum " Bersambung......Salam Aka Cholik Darlin.
“Jangan takut jatuh karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan baru dan mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.” ( Buya Hamka ) " Salam Han9at Aka Center 9.1 "
“Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitik embun yan
Jumat, 22 Mei 2015
Rindu Cerita Mu Ayah Tetang Senyumnya Doeloe Indonesia Ku
Rabu, 18 Maret 2015
Sabtu, 07 Maret 2015
Minggu, 22 Februari 2015
Jumat, 17 Oktober 2014
Inilah Foto-foto Kronologis Eksekusi Hukuman Mati Kartosuwiryo
Inilah Foto-foto Kronologis Eksekusi Hukuman Mati Kartosuwiryo
|
|
Kartosoewirjo meninggal pada 5 September 1962 dalam usia 57 tahun setelah dijatuhi hukuman mati oleh Presiden Soekarno. Pelaksanaan hukuman mati dilangsungkan Pada tgl 5 September 1962 di sebuah Pulau di Utara Jakarta bernama Pulau Ubi.
Berikut foto-foto kronologi eksekusi mati Kartosoewirjo yang diambil dari buku "Hari Terakhir Kartosoewirjo : 81 Foto Eksekusi Mati Imam DI/TII" karya Fadli Zon
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo
Kartosoewirjo dipertemukan dengan istri dan lima anaknya di Kejaksaan Agung
Kartosoewirjo dijamu makan bersama anak istrinya untuk terakhir kalinya dan menuliskan surat wasiat
Dalam jamuan makan dengan menu rendang tersebut Kartosuwiryo tidak ikut makan, ia hanya meminum kopi
Kartosoewirjo kemudian melaksanakan Sholat Taubat
Istri dan kelima anaknya menangis ketika Kartosuwiryo diborgol dan digiring
Kartosuwiryo memasuki ruang tunggu untuk dipindahkan meggunakan kapal.
Tangan diborgol dan dan dikawal tentara dengan senjata lengkap
Kartosuwiryo memasuki kapal
Pindah menuju Kapal LCM
Memasuki Kapal menuju pulau Ubi
Ganti baju dengan pakaian serba putih.
Menginjakkan kaki di Pulau Ubi
Dipapah menuju tiang eksekusi
Dipapah Menuju Tiang Eksekusi
Kartosuwiryo diikat di tiang Eksekusi
sebelum eksekusi dilaksanakan, Kartosuwiryo diberi kesempatan untuk memanjatkan doa
Regu tembak bersiap mengeksekusi Kartosuwiryo.
12 orang Regu tembak mengarahkan laras senjata ke jantung Kartosuwiryo
5 dari 12 Senjata berisi peluru.
Tidak ada yang tahu, siapa yang memegang senjata berisi peluru.
5 dari 12 Senjata berisi peluru.
Tidak ada yang tahu, siapa yang memegang senjata berisi peluru.
Kartosuwiryo terkulai. 5 peluru bersarang tepat di dada kirinya.
Untuk memastikan Kartosuwiryo mati, komandan Regu menembak Kartosuwiryo dari jarak dekat menggunakan pistol.
tim dokter kembali melakukan pengecekan memastikan terpidana benar-benar sudah meninggal dunia
Eksekutor melepas Jasad kartosuwiryo dari tiang eksekusi
Jenazah dimandikan dengan air laut lalu dikafani
Ada 4 orang yang menyalatkan Jenazah kartosuwiryo
Jenazah Kartosuwiryo ditandu menuju pusara
Jenazah Kartosuwiryo dikuburkan dibawah pohon tanpa dilengkapi nisan
Untuk menghilangkan jejak, tiang dan perlengkapan serta sisa-sisa Eksekusi dibakar
Sumber : Cento News // Gogle.
Pekan Depan, Terbit PKPU Pengisian DPRD DOB
Pekan Depan, Terbit PKPU Pengisian DPRD di Morut dan Balut
ILUSTRASI - KPU. (Foto : Ist)
"Saya menerima informasi dari KPU RI bahwa PKPU tentang pengisian DPRD DOB mungkin terbit pekan depan," ujar Ketua KPU Sulawesi Tengah Sahran Raden, Jumat (17/10/2014).
Dijelaskan, Banggai Laut dan Morowali Utara adalah dua dari sepuluh DOB yang paling berkepentingan atas PKPU tersebut.
Pengisian DPRD, baik di induk maupun di DOB akan mengacu pada PKPU yang bakal terbit pekan depan tersebut. Banggai Laut adalah pemekaran dari Banggai Kepulauan. Sedangkan Morowali Utara pemekaran dari Morowali.
Meski belum terbit PKPU namun KPU di dua daerah otonomi baru tersebut telah melakukan simulasi menganai pengisian DPRD. Hanya belum bisa disampaikan sebelum PKPU tersebut diterbitkan.
"Sudah disimulasikan pengisian DPRD baik di daerah induk maupun di daerah hasil pemekaran. KPU Morowali dan Banggai Kepulauan juga telah mengikuti Bimtek soal pengisian itu," katanya.
Oleh karena itu, pada saat PKPU terbit tak ada lagi kendala dalam menetapkan caleg yang berhak atas kursi di DPRD di Morowali, Morowali Utara, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.
“Yang jelas bahwa tidak ada penambahan daerah pemilihan. Kami mengacu pada UU Nomor 8 Tahun 2012,” katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)







