Saatnya Bersatu PPP 1 Untuk Indonesia
“Jangan takut jatuh karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan baru dan mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.” ( Buya Hamka ) " Salam Han9at Aka Center 9.1 "
“Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitik embun yan
Minggu, 22 Februari 2015
Jumat, 17 Oktober 2014
Inilah Foto-foto Kronologis Eksekusi Hukuman Mati Kartosuwiryo
Inilah Foto-foto Kronologis Eksekusi Hukuman Mati Kartosuwiryo
|
|
Kartosoewirjo meninggal pada 5 September 1962 dalam usia 57 tahun setelah dijatuhi hukuman mati oleh Presiden Soekarno. Pelaksanaan hukuman mati dilangsungkan Pada tgl 5 September 1962 di sebuah Pulau di Utara Jakarta bernama Pulau Ubi.
Berikut foto-foto kronologi eksekusi mati Kartosoewirjo yang diambil dari buku "Hari Terakhir Kartosoewirjo : 81 Foto Eksekusi Mati Imam DI/TII" karya Fadli Zon
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo
Kartosoewirjo dipertemukan dengan istri dan lima anaknya di Kejaksaan Agung
Kartosoewirjo dijamu makan bersama anak istrinya untuk terakhir kalinya dan menuliskan surat wasiat
Dalam jamuan makan dengan menu rendang tersebut Kartosuwiryo tidak ikut makan, ia hanya meminum kopi
Kartosoewirjo kemudian melaksanakan Sholat Taubat
Istri dan kelima anaknya menangis ketika Kartosuwiryo diborgol dan digiring
Kartosuwiryo memasuki ruang tunggu untuk dipindahkan meggunakan kapal.
Tangan diborgol dan dan dikawal tentara dengan senjata lengkap
Kartosuwiryo memasuki kapal
Pindah menuju Kapal LCM
Memasuki Kapal menuju pulau Ubi
Ganti baju dengan pakaian serba putih.
Menginjakkan kaki di Pulau Ubi
Dipapah menuju tiang eksekusi
Dipapah Menuju Tiang Eksekusi
Kartosuwiryo diikat di tiang Eksekusi
sebelum eksekusi dilaksanakan, Kartosuwiryo diberi kesempatan untuk memanjatkan doa
Regu tembak bersiap mengeksekusi Kartosuwiryo.
12 orang Regu tembak mengarahkan laras senjata ke jantung Kartosuwiryo
5 dari 12 Senjata berisi peluru.
Tidak ada yang tahu, siapa yang memegang senjata berisi peluru.
5 dari 12 Senjata berisi peluru.
Tidak ada yang tahu, siapa yang memegang senjata berisi peluru.
Kartosuwiryo terkulai. 5 peluru bersarang tepat di dada kirinya.
Untuk memastikan Kartosuwiryo mati, komandan Regu menembak Kartosuwiryo dari jarak dekat menggunakan pistol.
tim dokter kembali melakukan pengecekan memastikan terpidana benar-benar sudah meninggal dunia
Eksekutor melepas Jasad kartosuwiryo dari tiang eksekusi
Jenazah dimandikan dengan air laut lalu dikafani
Ada 4 orang yang menyalatkan Jenazah kartosuwiryo
Jenazah Kartosuwiryo ditandu menuju pusara
Jenazah Kartosuwiryo dikuburkan dibawah pohon tanpa dilengkapi nisan
Untuk menghilangkan jejak, tiang dan perlengkapan serta sisa-sisa Eksekusi dibakar
Sumber : Cento News // Gogle.
Pekan Depan, Terbit PKPU Pengisian DPRD DOB
Pekan Depan, Terbit PKPU Pengisian DPRD di Morut dan Balut
ILUSTRASI - KPU. (Foto : Ist)
"Saya menerima informasi dari KPU RI bahwa PKPU tentang pengisian DPRD DOB mungkin terbit pekan depan," ujar Ketua KPU Sulawesi Tengah Sahran Raden, Jumat (17/10/2014).
Dijelaskan, Banggai Laut dan Morowali Utara adalah dua dari sepuluh DOB yang paling berkepentingan atas PKPU tersebut.
Pengisian DPRD, baik di induk maupun di DOB akan mengacu pada PKPU yang bakal terbit pekan depan tersebut. Banggai Laut adalah pemekaran dari Banggai Kepulauan. Sedangkan Morowali Utara pemekaran dari Morowali.
Meski belum terbit PKPU namun KPU di dua daerah otonomi baru tersebut telah melakukan simulasi menganai pengisian DPRD. Hanya belum bisa disampaikan sebelum PKPU tersebut diterbitkan.
"Sudah disimulasikan pengisian DPRD baik di daerah induk maupun di daerah hasil pemekaran. KPU Morowali dan Banggai Kepulauan juga telah mengikuti Bimtek soal pengisian itu," katanya.
Oleh karena itu, pada saat PKPU terbit tak ada lagi kendala dalam menetapkan caleg yang berhak atas kursi di DPRD di Morowali, Morowali Utara, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.
“Yang jelas bahwa tidak ada penambahan daerah pemilihan. Kami mengacu pada UU Nomor 8 Tahun 2012,” katanya.
Minggu, 12 Oktober 2014
Koleksi Peribahasa Melayu, Simpulan Bahasa Dan Maksud
Koleksi Peribahasa Melayu, Simpulan Bahasa Dan Maksud
Koleksi Peribahasa Melayu, Simpulan Bahasa
Dan Maksud
1. Dayung
sudah di tangan, perahu sudah di air
Maksud: Segala-gala yang dikehendaki sudah diperoleh.
Maksud: Segala-gala yang dikehendaki sudah diperoleh.
2. Yang
lama dikelek, yang baharu didukung
Maksud : Adat yang lama tetap diamalkan di samping budaya hidup yang baru.
Maksud : Adat yang lama tetap diamalkan di samping budaya hidup yang baru.
3. Seperti
lembu dicucuk hidung
Maksud : Orang yang selalu menurut kemahuan orang
Maksud : Orang yang selalu menurut kemahuan orang
4. Tak
lapuk dek hujan, tak lekang dek panas
Maksud : Adat yang tidak berubah; sesuatu yang tetap utuh.
Maksud : Adat yang tidak berubah; sesuatu yang tetap utuh.
5. Bagai
kaca terhempas ke batu
Maksud : Sangat sedih atau kecewa.
Maksud : Sangat sedih atau kecewa.
6. Bulat
air kerana pembetung, bulat manusia kerana muafakat
Maksud : Kata sepakat yang dicapai dalam mesyuarat.
Maksud : Kata sepakat yang dicapai dalam mesyuarat.
7. Bagai
Aur Dengan Tebing
Maksud : Hubungan yang rapat antara sama sama yang lain dan saling membantu.
Maksud : Hubungan yang rapat antara sama sama yang lain dan saling membantu.
8. Berat
sama dipikul, ringan sama dijinjing
Maksud : mengalami susah senang bersama-sama.
Maksud : mengalami susah senang bersama-sama.
9. Bara
yang digenggam biar sampai jadi arang
Maksud : Mengerjakan sesuatu yang sukar hendaklah sabar, sehingga mencapai kejayaan.
Maksud : Mengerjakan sesuatu yang sukar hendaklah sabar, sehingga mencapai kejayaan.
10. Hujan
emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik di negeri
sendiri
Maksud : Walau bagaimanapun kelebihan di negara orang, tetap negeri sendiri lebih baik lagi.
Maksud : Walau bagaimanapun kelebihan di negara orang, tetap negeri sendiri lebih baik lagi.
11. Melentur
buluh biarlah dari rebungnya
Maksud : Mendidik anak biarlah sejak mereka kecil lagi.
Maksud : Mendidik anak biarlah sejak mereka kecil lagi.
12. Duduk
sama rendah, berdiri sama tinggi
Maksud : Dua orang atau pihak yang sama darjat dalam adat
Maksud : Dua orang atau pihak yang sama darjat dalam adat
13. Yang
berat sama dipikul, yang ringan sama dijinjing
Maksud : Bersama-sama menghadapi atau mengerjakan sesuatu.
Maksud : Bersama-sama menghadapi atau mengerjakan sesuatu.
14. Kalau
takut dilambung ombak, jangan berumah di tepi pantai
Maksud : Kalau takut berhadapan dengan penderitaan , lebih baik jangan melakukan sesuatu yang susah
Maksud : Kalau takut berhadapan dengan penderitaan , lebih baik jangan melakukan sesuatu yang susah
15. Indah
khabar daripada rupa
Maksud : Perkhabaran tentang sesuatu perkara yang dilebih-lebihkan.
Maksud : Perkhabaran tentang sesuatu perkara yang dilebih-lebihkan.
16. Hati
gajah sama dilapah, hati kuman sama dicecah
Maksud : Pengagihan yang sama banyak.
Maksud : Pengagihan yang sama banyak.
17. Bukit
sama didaki, lurah sama dituruni
Maksud : Perhubungan yang sangat akrab, senang susah bersama.
Maksud : Perhubungan yang sangat akrab, senang susah bersama.
18. Kacang
lupakan kulit
Maksud : Orang yang melupakan asalnya atau orang yang pernah menolongnya setelah mendapat kesenangan.
Maksud : Orang yang melupakan asalnya atau orang yang pernah menolongnya setelah mendapat kesenangan.
19. Di
mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung
Maksud : Menurut adat atau peraturan di tempat yang kita diami atau tinggal.
Maksud : Menurut adat atau peraturan di tempat yang kita diami atau tinggal.
20. Masuk
kandang kambing mengembek, masuk kandang kerbau menguak
Maksud : Menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan
Maksud : Menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan
21. Ibarat
telur sesangkak, pecah sebiji, pecah semua
Maksud : kesilapan yang dilakukan oleh seseorang menyebabkan orang lain yang menerima akibatnya
Maksud : kesilapan yang dilakukan oleh seseorang menyebabkan orang lain yang menerima akibatnya
22. Kalau
tidak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagunya
Maksud : Tak akan tercapai maksudnya kalau tak mahu berusaha dan bersusah payah
Maksud : Tak akan tercapai maksudnya kalau tak mahu berusaha dan bersusah payah
23. Berakit-rakit
ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang
kemudian
Maksud : Bersusah payah terlebih dahulu untuk mendapatkan kesenangan pada kemudian hari.
Maksud : Bersusah payah terlebih dahulu untuk mendapatkan kesenangan pada kemudian hari.
24. Yang
bulat tidak datang menggolek, yang pipih tidak datang melayang
Maksud : Sesuatu benda tidak akan datang tanpa usaha
Maksud : Sesuatu benda tidak akan datang tanpa usaha
25. Untung
anak lelaki cari-carikan, untung anak perempuan nanti-nantikan
Maksud : orang lelaki yang merisik bakal isterinya.
Maksud : orang lelaki yang merisik bakal isterinya.
26. Bagai
ikan pulang ke lubuk
Maksud : a. Orang yang pulang ke tempat asal. b. Kehidupan yang senang.
Maksud : a. Orang yang pulang ke tempat asal. b. Kehidupan yang senang.
27. Sedikit-sedikit,
lama-lama jadi bukit
Maksud : Sabar mengerjakan sesuatu lama-lama berhasil juga.
Maksud : Sabar mengerjakan sesuatu lama-lama berhasil juga.
28. Bak
cendawan tumbuh selepas hujan
Maksud : Terlalu banyak pada sesuatu masa.
Maksud : Terlalu banyak pada sesuatu masa.
29. Yang
kita kejar tak dapat, yang kita kendong pula berciciran
Maksud : Bernasib malang kerana setelah memperoleh sesuatu, tetapi yang sudah di tangan hilang pula.
Maksud : Bernasib malang kerana setelah memperoleh sesuatu, tetapi yang sudah di tangan hilang pula.
30. Biar
mati anak, jangan mati adat
Maksud : orang yang kuat perpegang pada adat.
Maksud : orang yang kuat perpegang pada adat.
31. Sediakan
payung sebelum hujan
Maksud : Berjaga-jaga dulu sebelum mendapat sesuatu bencana.
Maksud : Berjaga-jaga dulu sebelum mendapat sesuatu bencana.
32. Mencari
Jalan
Maksud : Berikhtiar menyelesaikan sesuatu perkara.
Maksud : Berikhtiar menyelesaikan sesuatu perkara.
33. Memerah
Otak
Maksud : Berfikir dengan bersungguh-sungguh.
Maksud : Berfikir dengan bersungguh-sungguh.
34. Berbesar
Hati
Maksud : Gembira.
Maksud : Gembira.
35. Anak
Buah
Maksud : a. Anak saudara. b. Pekerja di bawah jagaan kita.
Maksud : a. Anak saudara. b. Pekerja di bawah jagaan kita.
36. Tuan
Rumah
Maksud : Tempat berlangsungnya sesuatu acara
Maksud : Tempat berlangsungnya sesuatu acara
37. Batu
Penghalang
Maksud : Halangan
Maksud : Halangan
38. Darah
daging
Anak dan saudara-mara daripada keturunan sendiri.
Anak dan saudara-mara daripada keturunan sendiri.
39. Meninggi
diri
Maksud : Sombong
Maksud : Sombong
40. Bermuka
Dua
Maksud : Tidak jujur.
Maksud : Tidak jujur.
41. Baik
Hati
Maksud : Bersikap baik dan penyayang (suka menolong).
Maksud : Bersikap baik dan penyayang (suka menolong).
42. Tulang
Belakang
Maksud : Punca kekuatan/ orang harapan
Maksud : Punca kekuatan/ orang harapan
43. Terang
Hati
Maksud : Lekas pandai.
Maksud : Lekas pandai.
44. Rendah
Hati
Maksud : Tidak sombong
Maksud : Tidak sombong
45. Murah
Hati
Maksud : Pemurah.
Maksud : Pemurah.
46. Tangan
Kosong
Maksud : Hampa.
Maksud : Hampa.
47. Lintah
Darat
Maksud : Peniaga yang mengambil keuntungan yang terlalu tinggi.
Maksud : Peniaga yang mengambil keuntungan yang terlalu tinggi.
48. Anak
Dagang
Maksud : Orang luar yang datang menetap di sesuatu tempat
Maksud : Orang luar yang datang menetap di sesuatu tempat
49.Ibarat negeri
berubah rasam; ibarat tahun berubah musim.
Orang yang tidak tetap kedudukannya.
50. Ikan di hulu tuba di hilir.
Perbuatan yang sia-sia
51. Ikan lagi di laut, lada garam sudah di sengkalan.
Sudah bersiap sedia untuk mengecap hasil yang belum lagi diperoleh
52. Ikut hakim memiat daging:sakit di awak sakitlah orang.
Sesuatu perintah hendaklah dilakukan dengan adil.
53. Intan dikalungkan di leher anjing.
Memberikan sesuatu (barang, nasihat) kepada orang yang tidak mahu atau bukan pada tempatnya.
54. Ingat ranting yang akan melenting, dahan yang akan mencocok, duri yang akan mengait.
Hendaklah selalu beringat tentang segala bahaya dan rintangan ketika melakukan sesuatu pekerjaan.
Orang yang tidak tetap kedudukannya.
50. Ikan di hulu tuba di hilir.
Perbuatan yang sia-sia
51. Ikan lagi di laut, lada garam sudah di sengkalan.
Sudah bersiap sedia untuk mengecap hasil yang belum lagi diperoleh
52. Ikut hakim memiat daging:sakit di awak sakitlah orang.
Sesuatu perintah hendaklah dilakukan dengan adil.
53. Intan dikalungkan di leher anjing.
Memberikan sesuatu (barang, nasihat) kepada orang yang tidak mahu atau bukan pada tempatnya.
54. Ingat ranting yang akan melenting, dahan yang akan mencocok, duri yang akan mengait.
Hendaklah selalu beringat tentang segala bahaya dan rintangan ketika melakukan sesuatu pekerjaan.
55. Alah sabung,
menang sorak.
Ertinya:~ Biarpun kalah, tetapi masih tetap tinggi juga cakapnya.
Ertinya:~ Biarpun kalah, tetapi masih tetap tinggi juga cakapnya.
56. Satu
dijentik, sepuluh rebah.
Ertinya:~ Seorang yang dikata-katai sekalian yang mendengar ikut merasa.
57. Anjing menyalak bukit, takkan runtuh.
Ertinya:~ Orang baik yang dicela oleh orang jahat, tentu tidak akan binasa kebaikannya.
Ertinya:~ Seorang yang dikata-katai sekalian yang mendengar ikut merasa.
57. Anjing menyalak bukit, takkan runtuh.
Ertinya:~ Orang baik yang dicela oleh orang jahat, tentu tidak akan binasa kebaikannya.
58. Sigai dua
segeragai.
Ertinya:~ Perkara yang satu ada sangkut-pautnya dengan perkara yang lain.
59. Enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diulang-ulang.
Ertinya:~ Nasihat yang baik perlu diulang-ulang menyebutnya.
60. Mengembalikan manikam ke dalam cembulnya.
Ertinya:~ Memikirkan kembali apa-apa yang telah terkatakan
Ertinya:~ Perkara yang satu ada sangkut-pautnya dengan perkara yang lain.
59. Enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diulang-ulang.
Ertinya:~ Nasihat yang baik perlu diulang-ulang menyebutnya.
60. Mengembalikan manikam ke dalam cembulnya.
Ertinya:~ Memikirkan kembali apa-apa yang telah terkatakan
61. Seperti kaca
terhempas ke batu.
Ertinya:~ Hati yang hancur kerana dukacita.
62. Kura-kura di dalam perahu, pura-pura tidak tahu.
Ertinya:~ Bertanya sesuatu yang sudah diketahui.
63. Kerana mulut badan binasa.
Ertinya:~ Mendapat kecelakaan kerana perkataannya.
64. Kilat beliung sudah di kaki, kilat pisau sudah ke tangan, kilat cermin sudah ke muka.
Ertinya:~ Orang yang bijaksana dengan mudah menangkap hujung kata atau kias seseorang.
Ertinya:~ Hati yang hancur kerana dukacita.
62. Kura-kura di dalam perahu, pura-pura tidak tahu.
Ertinya:~ Bertanya sesuatu yang sudah diketahui.
63. Kerana mulut badan binasa.
Ertinya:~ Mendapat kecelakaan kerana perkataannya.
64. Kilat beliung sudah di kaki, kilat pisau sudah ke tangan, kilat cermin sudah ke muka.
Ertinya:~ Orang yang bijaksana dengan mudah menangkap hujung kata atau kias seseorang.
65. Ada seperti
tampaknya apung-apung.
Ertinya:~ Barang yang dihajati telah ada tetapi belum tentu dapat diambil atau dipakai.
67. Dalam menunduk dia menyonggeng.
Ertinya:~ Lahirnya dia menerima dengan baik, tetapi hatinya sendiri membantah.
68. Jauh boleh ditunjukkan, dekat boleh dikakukkan.
Ertinya:~ Kebenaran sesuatu perkataan yang diucapkan boleh diuji, kerana ada tanda dan buktinya.
Ertinya:~ Barang yang dihajati telah ada tetapi belum tentu dapat diambil atau dipakai.
67. Dalam menunduk dia menyonggeng.
Ertinya:~ Lahirnya dia menerima dengan baik, tetapi hatinya sendiri membantah.
68. Jauh boleh ditunjukkan, dekat boleh dikakukkan.
Ertinya:~ Kebenaran sesuatu perkataan yang diucapkan boleh diuji, kerana ada tanda dan buktinya.
69. Air mata
jatuh ke dalam.
Ertinya:~ Berdukacita dengan diam-diam.
70. Bagai haruan di dalam tuar.
Ertinya:~ Tidak tetap keadaannya, kerana sakit atau susah
71. Dibuat kerana Allah, menjadi murka Allah.
Ertinya:~ Dilakukan dengan maksud baik, tetapi diterima orang dengan curiga.
Ertinya:~ Berdukacita dengan diam-diam.
70. Bagai haruan di dalam tuar.
Ertinya:~ Tidak tetap keadaannya, kerana sakit atau susah
71. Dibuat kerana Allah, menjadi murka Allah.
Ertinya:~ Dilakukan dengan maksud baik, tetapi diterima orang dengan curiga.
72. Dikulum
menjadi manikam, dimuntahkan (= diludahkan) menjadi sekam.
Ertinya:~ Diam itu lebih baik daripada berkata-kata.
Ertinya:~ Diam itu lebih baik daripada berkata-kata.
73. Seekor kerbau
membawa lumpur, semuanya terpalit.
Ertinya:~ Seorang yang berbuat salah, semuanya terbawa-bawa.
Ertinya:~ Seorang yang berbuat salah, semuanya terbawa-bawa.
74. Berlurah di
balik pendakian.
Ertinya:~ Ada sesuatu maksud yang tersembunyi di sebalik sesuatu perbuatan, perkataan dan sebagainya.
75. Enggang apa kepada enggang; orang apa kepada orang.
Ertinya:~ Memang mudah menyuruh berbuat begini begitu, tetapi yang sukar ialah yang mengerjakannya.
76. Dekat dapat ditunjal, jauh dapat ditunjuk.
Ertinya:~ Perkataan atau pengakuan yang dapat dibuktikan kebenarannya
77. Bagai belacan dikerat dua: yang pergi busuk, yang tinggal hanyir.
Ertinya:~ Perkara yang mendatangkan aib kepada kedua-dua belah pihak.
78. Buangkan yang keruh, ambil yang jernih.
Ertinya:~ Buang yang jahat ambil yang baik; memulai penghidupan yang baru.
Ertinya:~ Ada sesuatu maksud yang tersembunyi di sebalik sesuatu perbuatan, perkataan dan sebagainya.
75. Enggang apa kepada enggang; orang apa kepada orang.
Ertinya:~ Memang mudah menyuruh berbuat begini begitu, tetapi yang sukar ialah yang mengerjakannya.
76. Dekat dapat ditunjal, jauh dapat ditunjuk.
Ertinya:~ Perkataan atau pengakuan yang dapat dibuktikan kebenarannya
77. Bagai belacan dikerat dua: yang pergi busuk, yang tinggal hanyir.
Ertinya:~ Perkara yang mendatangkan aib kepada kedua-dua belah pihak.
78. Buangkan yang keruh, ambil yang jernih.
Ertinya:~ Buang yang jahat ambil yang baik; memulai penghidupan yang baru.
79. Seperti raja
dengan menteri.
Ertinya:~Seia-sekata dalam semua perkara.
80. Apa sakit berbini janda, anak tiri boleh disuruh.
Ertinya:~Alasan yang berlawanan dengan maksud yang sebenarnya.
Ertinya:~Seia-sekata dalam semua perkara.
80. Apa sakit berbini janda, anak tiri boleh disuruh.
Ertinya:~Alasan yang berlawanan dengan maksud yang sebenarnya.
81. Dari telaga
yang jernih, tak akan mengalir air yang keruh.
Ertinya:~ Daripada sifat yang mulia, tak akan lahir budi bahasa yang kasar
82. Laksana bunga dedap, sungguh merah berbau tidak.
Ertinya:~ Orang yang elok dan tampan tetapi berbudi bahasa
83. Elok basa 'kan bekal hidup, elok budi bekal mati.
Ertiny:~ Orang yang baik bahasanya jadi kesayangan orang selagi hidup, sesudah mati jadi kenang-kenangan
Ertinya:~ Daripada sifat yang mulia, tak akan lahir budi bahasa yang kasar
82. Laksana bunga dedap, sungguh merah berbau tidak.
Ertinya:~ Orang yang elok dan tampan tetapi berbudi bahasa
83. Elok basa 'kan bekal hidup, elok budi bekal mati.
Ertiny:~ Orang yang baik bahasanya jadi kesayangan orang selagi hidup, sesudah mati jadi kenang-kenangan
84. Berhampar
lapik, berlicin daun.
Ertinya:~ Bermuafakat mencari penyelesaian yang baik dengan setulus-tulus hati, tidak ada menyembunyikan perasaan-perasaan yang buruk
85. Batu pun empuk, jangankan hati manusia.
Ertinya:~ Perkataan yang lemak manis dapat menawan hati yang keras.
Ertinya:~ Bermuafakat mencari penyelesaian yang baik dengan setulus-tulus hati, tidak ada menyembunyikan perasaan-perasaan yang buruk
85. Batu pun empuk, jangankan hati manusia.
Ertinya:~ Perkataan yang lemak manis dapat menawan hati yang keras.
86. Seperti
anjing dengan kucing
Ertinya digunakan untuk menggambarkan dua orang yang saling berkelahi bila berjumpa susah utk mereka berdamai
87. Seperti ayam dengan itik – like a chicken and a duck
Ertinya digunakan untuk menggambarkan dua orang yg mempunyai masalah berkomunikasi - Two people having communications problems
Ertinya digunakan untuk menggambarkan dua orang yang saling berkelahi bila berjumpa susah utk mereka berdamai
87. Seperti ayam dengan itik – like a chicken and a duck
Ertinya digunakan untuk menggambarkan dua orang yg mempunyai masalah berkomunikasi - Two people having communications problems
88. Melepaskan
anjing tersepit, sudah lepas dia menggigit.
Ertinya:~ Menolong orang yang tiada tahu berterima kasih
89. Seberapa panjang sarung, begitulah panjang matanya.
Ertinya:~ Perangai (perkataan) yang baik atau jahat menunjukkan sedikit banyaknya ilmu seseorang
90. Umpama semut mempersembahkan paha belalang kepada raja.
Ertinya:~ Pemberian yang tidak ada ertinya.
Ertinya:~ Menolong orang yang tiada tahu berterima kasih
89. Seberapa panjang sarung, begitulah panjang matanya.
Ertinya:~ Perangai (perkataan) yang baik atau jahat menunjukkan sedikit banyaknya ilmu seseorang
90. Umpama semut mempersembahkan paha belalang kepada raja.
Ertinya:~ Pemberian yang tidak ada ertinya.
91. Ada beras,
taruh dalam padi
Ertinya:~ Rahsia hendaklah disimpan baik-baik.
92. Ada bukit, ada paya
Ertinya:~ Ada baik, ada jahat; ada miskin, ada kaya.
93. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung
Ertinya:~ Hendaklah menurut adat dan aturan tempat yang kita diami.
94. Kemana angin deras, kesitu condongnya
Ertinya:~ Pendirian yang tidak tetap.
95. Asal ada, kecil pun pada
Ertinya:~ Kalau tak ada banyak, sedikit pun cukup juga.
96. Cencang dua segeragai
Ertinya:~ Sekali jalan, dua tiga pekerjaan selesai.
97. Dikati sama berat, diuji sama merah
Ertinya:~ Pangkat atau kedudukan yang sama.
98. Sampai bersalam, pulang berterajang
Ertinya:~ Masuk ke negeri orang dengan nama yang baik, tetapi pulang dengan nama yang jahat.
99. Sayangkan kain, buangkan baju; sayangkan lain, buangkan aku
Ertinya:~ Isteri yang mencari kekasih lain.
100. Dikulum menjadi manikam, Dimuntahkan menjadi sekam
Ertinya:~ Diam itu lebih baik daripada berkata-kata.
Ertinya:~ Rahsia hendaklah disimpan baik-baik.
92. Ada bukit, ada paya
Ertinya:~ Ada baik, ada jahat; ada miskin, ada kaya.
93. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung
Ertinya:~ Hendaklah menurut adat dan aturan tempat yang kita diami.
94. Kemana angin deras, kesitu condongnya
Ertinya:~ Pendirian yang tidak tetap.
95. Asal ada, kecil pun pada
Ertinya:~ Kalau tak ada banyak, sedikit pun cukup juga.
96. Cencang dua segeragai
Ertinya:~ Sekali jalan, dua tiga pekerjaan selesai.
97. Dikati sama berat, diuji sama merah
Ertinya:~ Pangkat atau kedudukan yang sama.
98. Sampai bersalam, pulang berterajang
Ertinya:~ Masuk ke negeri orang dengan nama yang baik, tetapi pulang dengan nama yang jahat.
99. Sayangkan kain, buangkan baju; sayangkan lain, buangkan aku
Ertinya:~ Isteri yang mencari kekasih lain.
100. Dikulum menjadi manikam, Dimuntahkan menjadi sekam
Ertinya:~ Diam itu lebih baik daripada berkata-kata.
101. Ada angin
ada pohonnya.
Ertinya:~ Segala yang terjadi ada sebab-sebabnya.
102. Luka di tangan nampak berdarah, luka di hati siapa tahu.
Ertinya:~ Hanya diri orang itu sahaja yang tahu akan penderitaan atau kesedihannya.
103. Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul.
Eritnya:~ Berapa susah kita melihat kesusahan orang lain, terlebih susah juga orang yang menderita kesusahan itu.
104. Seperti kain kasa di atas duri.
Etinya:~ Suatu perkara yang terlalu sukar menyelesaikannya; harus sabar dan hati-hati.
105. Bibir saya bukan diretak panas.
Ertinya:~ Kata-kata saya bukan sia-sia atau dusta.
Ertinya:~ Segala yang terjadi ada sebab-sebabnya.
102. Luka di tangan nampak berdarah, luka di hati siapa tahu.
Ertinya:~ Hanya diri orang itu sahaja yang tahu akan penderitaan atau kesedihannya.
103. Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul.
Eritnya:~ Berapa susah kita melihat kesusahan orang lain, terlebih susah juga orang yang menderita kesusahan itu.
104. Seperti kain kasa di atas duri.
Etinya:~ Suatu perkara yang terlalu sukar menyelesaikannya; harus sabar dan hati-hati.
105. Bibir saya bukan diretak panas.
Ertinya:~ Kata-kata saya bukan sia-sia atau dusta.
106. Buat di
alang tahun, belayar di luar musim.
Ertinya:~ Melakukan sesuatu salah masa.
107. Jangan tercicir di periuk
Ertiny:~ Jangan membuat angkara di mana kita menumpang.
108. Bersihkan halaman sendiri dulu, baru bersihkan halaman orang.
Ertinya:~ Urus hal sendiri dahulu baru urus hal orang
Ertinya:~ Melakukan sesuatu salah masa.
107. Jangan tercicir di periuk
Ertiny:~ Jangan membuat angkara di mana kita menumpang.
108. Bersihkan halaman sendiri dulu, baru bersihkan halaman orang.
Ertinya:~ Urus hal sendiri dahulu baru urus hal orang
109. Manusia
tahan kias, binatang tahan palu.
Ertinya:~ Mengajar manusia dengan sindiran manakala haiwan dengan pukulan.
Ertinya:~ Mengajar manusia dengan sindiran manakala haiwan dengan pukulan.
110. Serkap jarang
Maksudnya; menuduh tampa usul periksa
Contoh: "Jangan pakai serkap jarang, siasat dahulu tuduhan awak itu." Kata Rahim kepada saya.
111. Jaga mulut
Maksudnya: Pelihara lidah; berhati-hati dalam percakapan
Contoh: Dizaman Jepun dahulu sesiapa yang tidak jaga mulut akan ditangkap oleh pihak kempeitai.
Maksudnya; menuduh tampa usul periksa
Contoh: "Jangan pakai serkap jarang, siasat dahulu tuduhan awak itu." Kata Rahim kepada saya.
111. Jaga mulut
Maksudnya: Pelihara lidah; berhati-hati dalam percakapan
Contoh: Dizaman Jepun dahulu sesiapa yang tidak jaga mulut akan ditangkap oleh pihak kempeitai.
112. Periuk
mengumpat belanga.
Ertinya:~ Orang yang memburukkan orang lain, sedangkan ia sendiri pun buruk juga.
113. Bercakap memandang-mandang, silap lidah jiwa hilang.
Ertinya:~ Memperkatakan sesuatu hal orang lain hendaklah berhati-hati.
Ertinya:~ Orang yang memburukkan orang lain, sedangkan ia sendiri pun buruk juga.
113. Bercakap memandang-mandang, silap lidah jiwa hilang.
Ertinya:~ Memperkatakan sesuatu hal orang lain hendaklah berhati-hati.
114. Rantai besi
dimakan bubuk.
Ertinya:~ Cerita yang tak masuk di akal.
Ertinya:~ Cerita yang tak masuk di akal.
115. Kalau kerbau
sekawan dapat dikawali, manusia seorang tiada dapat dimaklumi.
Ertinya:~Sangatlah sukar untuk menghadapi manusia kerana tiap-tiap orang berlainan pendapatnya.
116. Tegang berjela-jela, kendur berdenting-denting.
Ertinya:~ Pemerintahan yang baik ialah di dalam keras ada lunaknya dan di dalam lunak ada kerasnya.
117. Salah cotok melantingkan.
Ertinya:~ Tiap-tiap pekerjaan hendaklah dilakukan dengan sewajarnya, yang salah hendaklah dibetulkan.
118. Kalau asal benih yang baik, jatuh ke laut menjadi pulau.
Ertinya:~Yang baik itu biar di mana pun tempatnya akan tetap baik juga.
Ertinya:~Sangatlah sukar untuk menghadapi manusia kerana tiap-tiap orang berlainan pendapatnya.
116. Tegang berjela-jela, kendur berdenting-denting.
Ertinya:~ Pemerintahan yang baik ialah di dalam keras ada lunaknya dan di dalam lunak ada kerasnya.
117. Salah cotok melantingkan.
Ertinya:~ Tiap-tiap pekerjaan hendaklah dilakukan dengan sewajarnya, yang salah hendaklah dibetulkan.
118. Kalau asal benih yang baik, jatuh ke laut menjadi pulau.
Ertinya:~Yang baik itu biar di mana pun tempatnya akan tetap baik juga.
119. Matahari
tengah gerhana.
Ertinya:~ Berwajah muram kerana dukacita.
120. Rasa termengkelan di hati.
Ertinya:~ Merasa musykil.
121. Seperti memekik di tengah padang luas.
Ertinya:~ Seruan yang tidak diendahkan orang.
122. Seperti bunyi gung tertangkup.
Ertinya:~ Kata-kata yang tidak jelas.
123. Sebagai ayam diasak malam.
Ertinya:~ Tidak ada daya upaya lagi.
Ertinya:~ Berwajah muram kerana dukacita.
120. Rasa termengkelan di hati.
Ertinya:~ Merasa musykil.
121. Seperti memekik di tengah padang luas.
Ertinya:~ Seruan yang tidak diendahkan orang.
122. Seperti bunyi gung tertangkup.
Ertinya:~ Kata-kata yang tidak jelas.
123. Sebagai ayam diasak malam.
Ertinya:~ Tidak ada daya upaya lagi.
124. Biar, biar
naik ke mata.
Eritnya:~ Kecewa.
125. Seperti di atas titian.
Ertinya:~ Dalam kebimbangan.
126. Api padam puntung berasap.
Ertinya:~ Perkara yang telah putus, tetapi ditimbulkan kembali.
Eritnya:~ Kecewa.
125. Seperti di atas titian.
Ertinya:~ Dalam kebimbangan.
126. Api padam puntung berasap.
Ertinya:~ Perkara yang telah putus, tetapi ditimbulkan kembali.
127. Agak-agak
bertutur malam hari.
Ertinya:~ Mesti selalu beringat-ingat ketika memperkatakan sesuatu.
128. Orang itu empat gasal, lima genap.
Ertinya:~ Orang yang suka berbantah dan berlainan faham daripada orang banyak.
129. Buruk muka cermin dibelah.
Ertinya:~ Diri sendiri yang kurang pandai, orang lain yang disalahkan.
Ertinya:~ Mesti selalu beringat-ingat ketika memperkatakan sesuatu.
128. Orang itu empat gasal, lima genap.
Ertinya:~ Orang yang suka berbantah dan berlainan faham daripada orang banyak.
129. Buruk muka cermin dibelah.
Ertinya:~ Diri sendiri yang kurang pandai, orang lain yang disalahkan.
130. Melentur
biarlah waktu rebung.
Ertinya:~ Mengajar anak-anak biarlah selagi kecil, apabila telah besar, keraslah hatinya dan tidak dapat diajar lagi.
131. Dikacak betis sudah bak betis, dikacak lengan sudah bak lengan.
Ertinya:~ Orang yang menyangka dirinya telah cukup kuat (tentang wang atau akal) sehingga tidak perlu meminta bantuan daripada orang lain lagi.
132. Hujan panas permainan hari, senang susah permainan hidup.
Ertinya:~Dalam hidup manusia ada kalanya senang dan ada kalanya susah.
133. Jangan menumbuk di periuk, bertanak di lesung.
Ertinya:~ Jangan berbuat sesuatu pekerjaan yang menyalahi kebiasaan.
Ertinya:~ Mengajar anak-anak biarlah selagi kecil, apabila telah besar, keraslah hatinya dan tidak dapat diajar lagi.
131. Dikacak betis sudah bak betis, dikacak lengan sudah bak lengan.
Ertinya:~ Orang yang menyangka dirinya telah cukup kuat (tentang wang atau akal) sehingga tidak perlu meminta bantuan daripada orang lain lagi.
132. Hujan panas permainan hari, senang susah permainan hidup.
Ertinya:~Dalam hidup manusia ada kalanya senang dan ada kalanya susah.
133. Jangan menumbuk di periuk, bertanak di lesung.
Ertinya:~ Jangan berbuat sesuatu pekerjaan yang menyalahi kebiasaan.
134. Segigi tajam
bertimbal, nak hujung pangkal menjelma.
Ertinya:~ Orang yang mempunyai dua pendirian.
135. Longgar sendat lapang bertukul.
Ertinya:~ Hanya berpura-pura menerima sesuatu kebenaran tetapi sebenarnya tidak.
Ertinya:~ Orang yang mempunyai dua pendirian.
135. Longgar sendat lapang bertukul.
Ertinya:~ Hanya berpura-pura menerima sesuatu kebenaran tetapi sebenarnya tidak.
136. Seperti
kecek ular.
Ertinya:~ Menceritakan berlebih-lebihan daripada keadaan yang sebenarnya.
137. Silap cakap kena radak, hilang jiwa percuma saja.
Ertinya:~ Memperkatakan sesuatu perkara (rahsia dan sebagainya), hendaklah hati-hati benar, sebab buruk padahnya.
138. Syarak yang
mengata, adat yang memaksa.Ertinya:~ Menceritakan berlebih-lebihan daripada keadaan yang sebenarnya.
137. Silap cakap kena radak, hilang jiwa percuma saja.
Ertinya:~ Memperkatakan sesuatu perkara (rahsia dan sebagainya), hendaklah hati-hati benar, sebab buruk padahnya.
Ertinya:~ Syarak dan adat tidak dapat dipisahkan
139. Di mana tumbuh, di situ disiang.
Ertinye:~ Jika terjadi suatu perkara atau perselisihan, hendaklah diperiksa dan diselesaikan di situ juga
140. Mudah luka payah sembuhnya.
Ertinya:~ Mencari perselisihan sangat mudah, tetapi mencari perdamaian sangat sukar.
Sabtu, 27 September 2014
Indonesia Pusaka.
Cipta: Ismail Marzuki.
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa
Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata
Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya
Reff :
Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi
@ Indonesia Pusaka.
Labels:
Atas Nama Rakyat
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa
Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata
Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya
Reff :
Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi
@ Indonesia Pusaka.
Nabi Muhammad SAW telah menunaikan fardhu haji sekali saja dan umroh 4 kali semasa hayatnya
MASA NABI MUHAMMAD SAW
1.
Dari segi sejarah, ibadah haji seperti yang sekarang ini merupakan
syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, sebagai langkah
memperbaharui dan menyambung ajaran Nabi Allah Ibrahim as. Ibadah haji
mula diwajibkan ke atas umat Islam pada tahun ke-6 Hijrah, mengikuti
turunnya QS Al-Imran 97, artinya : “..... mengerjakan haji adalah
kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup
mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban
haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu)
dari semesta alam”.
Pada tahun tersebut, Rasulullah SAW bersama-sama lebih kurang 1500 orang berangkat ke Makkah untuk menunaikan fardhu haji tetapi
Pada tahun tersebut, Rasulullah SAW bersama-sama lebih kurang 1500 orang berangkat ke Makkah untuk menunaikan fardhu haji tetapi
tidak dapat mengerjakannya karena dihalangi oleh kaum kafir Quraisy sehingga melahirkan satu perjanjian yang dinamakan Perjanjian Hudaibiah. Perjanjian itu membuka jalan bagi perkembangan Islam di mana pada tahun berikutnya ( tahun ke-7 Hijrah ), Rasulullah telah mengerjakan Umrah bersama-sama 2000 orang umat Islam. Pada tahun ke-9 Hijrah, barulah ibadah Haji dapat dikerjakan di mana Rasulullah SAW menyerahkan kepada Saidina Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk memimpin 300 orang umat Islam mengerjakan haji.
2. Rasulullah SAW mengerjakan haji
Nabi Muhammad SAW telah menunaikan fardhu haji sekali saja dan umroh 4 kali semasa hayatnya. Haji itu dinamakan Hijjatul Wada/ Hijjatul Balagh/ Hijjatul Islam atau Hijjatuttamam Wal Kamal kerana selepas haji itu tidak berapa lama kemudian beliau pun wafat. Beliau berangkat dari Madinatul Munawwarah pada hari Sabtu, 25 Zulqo’dah tahun 10 Hijrah bersama isteri dan sahabat-sahabatnya bersama kurang lebih 90,000 orang Islam. Setelah menginap satu malam di Zulhulaifah, sekarang dikenali dengan nama Bir Ali, 10 km dari Madinah, esoknya Nabi mengenakan pakaian ihram diikuti seluruh anggota rombongan. Mereka berjalan bersama-sama dengan pakaian putih yang sederhana, perlambang kesederhanaan dan persamaan yang amat jelas.
Dengan seluruh kalbu Muhammad SAW menengadahkan wajahnya kepada Tuhan sembari mengucapkan talbiyah sebagai tanda syukur atas nikmat karunia-Nya diikuti kaum muslimin di belakangnya: "Labbaik Allahumma Labbaik,Labbaika laa syarikka laka labbaik, Innal haamda wanni'mata laka wal mulk Laa syariika laka“, artinya : "Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Nya, Ya Allah aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan kebesaran untuk-Mu semata-mata.Segenap kerajaan untuk-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu”.Di bawah sengatan matahari gurun, di padang pasir yang tidak dikenal banyak umat, bergerak arus manusia dan kafilah menuju satu titik. Mereka menyambut panggilan Nabi Ibrahim as beberapa abad silam. Tidak ada peristiwa yang membedakan seseorang dengan lainnya. Tidak pula perbedaan ras, bangsa atau warna kulit. Sesungguhnya, inilah pemandangan paling indah tentang asas persamaan bahwa semua makhluk sama di depan Tuhan. Yang membedakan, hanya kadar iman dan takwa seseorang. Mereka memenuhi seruan Nabi untuk saling mengenal, merajut kasih sayang, keikhlasan hati dan semangat ukhuwah islamiah. Dengan penuh kesabaran pula mereka menanti tibanya Haji Akbar, dan rasa rindu bertemu Baitullah, dengan jantung berdegup keras.
Pada tanggal 4 Dzulhijjah rombongan masuk Makkah, selanjutnya Nabi menuju Ka’bah, melakukan thawaf dan mencium Hajar Aswad. Sesudah tawaf, Nabi shalat dua rakaat di Maqam Ibrahim, lalu mencium Hajar Aswad untuk kedua kalinya. Kemudian menghadapkan wajahnya ke arah bukit Shafa, lalu lari-lari kecil antara bukit Shafa dan bukit Marwah. Di situ dimaklumatkan barangsiapa yang tidak membawa hadyu (ternak kurban untuk disembelih) hendaknya mengakhiri ihramnya (tahallul) dan menjadikan ibadah itu sebagai umrah. Awalnya maklumat itu dilaksanakan tanpa sepenuh hati. Nabi marah, sampai-sampai beliau kembali ke kemahnya. "Bagaimana aku tidak marah, aku menyuruh mereka melakukan sesuatu, tapi mereka tidak menaatiku," jawab Nabi atas pertanyaan Aisyah. Namun akhirnya seluruh rombongan menyesali perbuatannya. Mereka segera ber-tahallul seperti yang dilakukan Fathimah putri Nabi, dan semua istrinya.
Hari ke-8 Zulhijjah yaitu Hari Tarwiyah, beliau pergi ke Mina bersama rombongannya. Selama satu hari melakukan shalat dan tinggal bersama kaumnya. Malamnya di saat sang fajar menyembul setelah Shalat Subuh, dengan menunggang untanya al-Qashwa’, tatkala matahari mulai tampak, beliau menuju Padang Arafah. Dalam perjalanan yang diikuti ribuan muslim yang mengucapkan talbiyah dan bertakbir, Nabi mendengarkan dan membiarkan mereka dalam kekhusyu’an. Pada tanggal 09 Zulhijjah yang jatuh pada hari Jumaat, Rasulullah SAW melakukan wukuf di Arafah. Ketika berada di perut wadi di bilangan Urana, masih di atas unta, Nabi berdiri dan berkhutbah di depan lebih 90.000 orang yang mengelilinginya. Itulah peristiwa bersejarah yang dikenal dengan julukan “Al-Hijjatul Wada” atau “Haji Perpisahan’. Peristiwa yang begitu mengesankan dan indah, serta merupakan khulasha (kesimpulan) ajaran Islam dan sunnahnya yang ia wariskan kepada masyarakat Islam. Khutbah berlangsung di bawah panas matahari yang mampu membakar ubun-ubun, dan didengarkan dengan khidmat. Kepada Umayyah bin Rabi’ah bin Khalaf diminta mengulang keras setiap kalimat yang beliau sampaikan, agar didengar di tempat yang jauh. Sore harinya, rombongan Rasulullah SAW bergerak ke arah Muzdalifah untuk bermalam di sana. Menjelang fajar, rombongan menuju ke Mina untuk melakukan pelemparan jumroh kubro (Aqabah), menyembelih ternak kurban. Kemudian menuju Baitullah untuk melaksanakan thawaf Ifadha’ dan kembali lagi ke Mina untuk melanjutkan pelemparan jumroh.
Catatan : melempar jumrah berawal dari mimpi Nabi Ibrahim as yang diperintah untuk menyembelih putranya Ismail as, dimana pada awalnya beliau tidak percaya akan mimpi itu, namun karena selalu datang berturut-turut, karena yakin akan kebenaran mimpi itu Ibrahim as melaksanakan perintah itu dengan membawa Ismail as melewati tiga tempat dimana beliau diganggu agar mengurungkan niatnya, namun atas petunjuk Allah diketahui bahwa mereka yang mengganggu adalah syetan, sampai Ibrahim as melempar batu di tiga tempat itu. Dalam rangkaian ibadah haji dikenal dengan Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah.
Rasulullah SAW telah menyempurnakan semua rukun dan wajib haji hingga tanggal 13 Zulhijjah. Dan pada tanggal 14 Zulhijjah, Rasulullah SAW berangkat meninggalkan Makkah Al-Mukarramah kembali menuju Madinah Al-Munawwarah.
RISTIWA PADA MASA HIJJATUL WADA'
Di masa wukuf terdapat beberapa peristiwa penting yang bisa dijadikan pegangan dan panduan umat Islam terhadap suatu masalah, di antaranya adalah :
a. Rasulullah SAW minum susu di atas unta supaya dilihat oleh orang ramai bahwa pada hari Arafah itu PEbeliau tidak berpuasa, namun membolehkan umat Islam berpuasa sunat.
b. Seorang sahabat jatuh dari binatang tunganggannya lalu mati, Rasulullah SAW menyuruh supaya mayat itu dikafankan dengan 2 kain ihram dan tidak membenarkan kepalanya ditutup atau diwangikan jasad dan kafannya. Sabda beliau pada ketika itu bahawa "Sahabat itu akan dibangkitkan pada hari kiamat di dalam keadaan berihram dan bertalbiyah".
c. Rasulullah SAW menjawab pertanyaan seorang ahli Najdi : "Apakah Haji itu ?". Beliau menjawab, artinya : " Haji itu berhenti di Arafah". Siapa tiba di Arafah sebelum naik fajar 10 Zulhijjah maka ia telah melaksanakan haji.
d. Turunnya ayat suci Al-Quranul Karim surat Al-Maaidah ayat 3 : “Al yauma akmaltu lakum diinakum, wa atmamtu ‘alaikum ni’matii, wa radhiitu lakumul islaama dinan …”, yang artinya : " Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan aku telah ridha Islam itu menjadi agamamu ….“. (Ayat ini turun ketika Rasulullah SAW masih berada di atas onta beliau di kaki Jabal Rahmah, suatu bukit di padang Arafah)
Langganan:
Postingan (Atom)








