Lirik Lagu Nidji - Arti Sahabat. Lirik Lagu Nidji - Arti Sahabat.
Tak mudah untuk kita hadapi
Perbedaan yang berarti
Tak mudah untuk kita lewati
Rintangan silih berganti
Kau masih berdiri
Kita masih disini
Tunjukkan pada dunia
Arti sahabat
Kau teman sejati
Kita teman sejati
Hadapilah dunia
Genggam tanganku
Tak mudah untuk kita sadari
Saling mendengarkan hati
Tak mudah untuk kita pahami
Berbagi rasa di hati
Kau masih berdiri
Kita masih disini
Tunjukkan pada dunia
Arti sahabat
Kau teman sejati
Kita teman sejati
Hadapilah dunia
Genggam tanganku
Kau adalah....
Tempat kumembagi kisahku
Kau sempurna
Jadi bagian hidupku
Apapun kekuranganmu
Kau masih berdiri
Kita masih disini
Tunjukkan pada dunia
Arti sahabat
Kau teman sejati
Kita teman sejati
Hadapilah dunia
Genggam tanganku
“Jangan takut jatuh karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan baru dan mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.” ( Buya Hamka ) " Salam Han9at Aka Center 9.1 "
“Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitik embun yan
Selasa, 16 September 2014
Baru Aku Tahu Cinta Itu Apa
Baru Aku Tahu Cinta Itu Apa
oleh: Indah Pertiwi
Ada saat mengakui
Kesalahan yang ku buat
Ada saat ku mengerti
Setelah ku kehilangan
Senyummu air matamu
Senyummu air matamu
Setiamu dulu ku hancurkan
Reff:
Baru aku tahu sakit itu apa
Setelah kau bukan milikku
Baru aku tahu cinta itu apa
Setelah kau hapus cintaku
Yang dulu dalam hatimu
Kini saat ku belajar
Menghargai yang ku punya
Senyummu air matamu
Senyummu air matamu
Setiamu dulu ku hancurkan
Back to Reff:
Baru aku tahu sakit itu apa
Setelah kau bukan milikku
Baru aku tahu cinta itu apa
Setelah kau hapus cintaku
Cintaku cintaku...
Yang dulu dalam hatimu
Note :
"Jangan perna mencoba membuat kekasih mu menangis , Karena sangat meyakitkan Apabila ada orang lain yang mencoba menghapus air matanya "
" Jangan Perna Membuat Kecewa & Kebencian Pada Orang Tua Mu , Karena Sangat Menyakitkan Ketika kamu sadar atas salah mu , namun dia telah pergi dan takan perna kembali "
Salam Han9at Sang Pemimpi " Aka Center "
Senin, 15 September 2014
Tak Ingin Menyesal Seumur Hidup? Hindari 7 Kesalahan Ini
Tak Ingin Menyesal Seumur Hidup? Hindari 7 Kesalahan Ini
“We
all make mistakes, have struggles, and even regret things in our past.
But you are not your mistakes, you are not your struggles, and you are
here NOW with the power to shape your day and your future.” ― Steve
Maraboli, Unapologetically You: Reflections on Life and the Human
Experience.
Belum terlambat untuk memperbaiki semuanya, hindari tujuh kesalahan ini saat ini juga agar sisa hidup Anda tidak dipenuhi dengan penyesalan.
Tidak Memperjuangkan Impian Sendiri
Ini hidup Anda sendiri. Jadi perjuangkan impian Anda sekuat tenaga. Tak perlu repot-repot mengikuti impian orang lain. Anda berhak menentukan arah hidup Anda agar nanti di hari tua Anda bisa tersenyum mengenang semua perjuangan dan usaha keras yang telah Anda lakukan.Berpura-Pura Menjadi Orang Lain
Orang yang paling menginspirasi dan paling dikagumi di dunia ini adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri. Jadi diri sendiri adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Berpura-pura jadi orang lain pada akhirnya hanya akan membuat Anda merasa lelah sendiri.Berusaha untuk Melupakan Masa Lalu
"Life is a journey of ups and down." Kenangan buruk di masa lalu mungkin masih sangat mengganggu pikiran Anda, tapi semakin kuat Anda berusaha untuk melupakannya, akan semakin kuat ingatan Anda akan kenangan masa lalu tersebut. Terima saja masa lalu Anda dan jadikan kenangan yang ada sebagai bahan bakar Anda untuk memperjuangkan kehidupan yang Anda impikan.Tidak Mensyukuri yang Ada Hari Ini
Cemas dan khawatir dengan bagaimana masa depan Anda nantinya? Boleh saja, tapi jangan sampai Anda lupa untuk mensyukuri yang Anda miliki hari ini dan melakukan semua hal yang terbaik hari ini.Berbohong Setiap Saat
Satu kebohongan yang Anda lakukan hari ini akan menciptakan satu rasa sesal di masa yang akan datang. Bersikaplah jujur dan terbuka mulai dari sekarang. Tell the truth and you will never have to look back with remorse and regret for lies told.Tidak Menjaga Kesehatan Tubuh
Jangan sampai Anda kecewa di sisa akhir hidup Anda karena tidak menjaga kesehatan tubuh Anda saat ini. Makan makanan yang sehat dan olahraga secara teratur, dengan begitu di hari tua nanti Anda tidak akan menyesal atas kesehatan yang telah Anda miliki.Hanya Mementingkan Kebahagiaan Diri Sendiri
Buat sebanyak mungkin kebahagiaan mulai dari sekarang juga, sebarkan kebahagiaan dan tularkan nilai-nilai positif ke orang lain. Membantu orang lain dan membuat orang lain bahagia bisa menjadi cara Anda untuk meraih kebahagiaan paling hakiki untuk diri Anda sendiri.
Tuliskan 'Cincin Berlian' Pada Daftar Belanja
Wanita Tuliskan 'Cincin Berlian' Pada Daftar Belanja Untuk Pacarnya
Namun wanita yang satu ini unik sekali. Ia memberikan sebuah daftar belanja pada pacarnya untuk dicari di supermarket. Dan di antara daftar belanjaan itu, ada satu hal yang membuat pacarnya sempat terhenyak.
Yep, dilansir dari Elit Daily, wanita itu memang menyebutkan beberapa bahan makanan seperti keju, daging, roti dan sejenisnya. Namun yang paling mengejutkan adalah daftar belanjaan paling bawah. Ia menyebutkan ingin membeli 'cincin berlian'.
Entah ini kode untuk minta dilamar atau hanya guyonan pasangan ini, namun foto itu kemudian diunggah ke social media oleh sang pria. Foto itu kemudian membuat beberapa netizen tertawa, terkesan dan ada juga yang curhat.
"Andai mantanku memberikan daftar belanja seperti ini, aku akan datang padanya langsung dengan sebuah lamaran," ujar netizen yang curhat itu.
Aih, ada-ada saja ya cara pasangan jaman sekarang untuk menunjukkan romansa cintanya. Well, kalau memang si wanita sudah ingin menikah, semoga si pacar mengerti kode yang dimaksud oleh wanita ini.
Anda Bukanlah Satu-Satunya Orang yang Pernah Merasa Menyesal dengan Kehidupan Anda
Anda Bukanlah Satu-Satunya Orang yang Pernah Merasa Menyesal dengan Kehidupan Anda
Mengapa Kita Bisa Merasa Menyesal dan Bahkan Terus Memikirkannya?
Pada
dasarnya rasa menyesal itu muncul karena pilihan-pilihan yang kita buat
sendiri. Kita merasa seandainya membuat pilihan lain, kita pasti akan
melakukan sesuatu yang lebih baik. Seandainya kita tak membuat pilihan
itu, kita mungkin akan mendapat hal yang jauh lebih menyenangkan.
Sayangnya, seringkali kita sudah terlambat untuk merevisi
pilihan-pilihan yang telah kita buat.
Bagaimana Berdamai dengan Rasa Menyesal Tersebut?
Tak ada yang bisa kita lakukan selain menerima dan berdamai dengan rasa menyesal itu jika kita ingin hidup terasa lebih tenang. Meskipun kita punya bayangan ideal sendiri tentang kehidupan yang indah dan membahagiakan, pada titik tertentu kita tak bisa selalu memaksanya untuk terjadi di kehidupan nyata.
The pratice is to let go of the ideals, and embrace reality. Untuk berdamai dengan rasa sesal yang kita miliki, ada dua hal yang bisa kita lakukan. Pertama,
terima kenyataan bahwa masa lalu tak bisa terulang. Jadikan pilihan dan
hal-hal yang terjadi di masa lalu sebagai amunisi dan bekal untuk
melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Mungkin memang ada banyak
penyesalan di masa lalu, tapi satu-satunya hal paling realistis yang
bisa kita lakukan saat ini adalah terus berjalan ke depan. Kedua,
menerima fakta bahwa kita tak sempurna. Kita pasti pernah membuat
pilihan yang salah, melakukan tindakan yang seharusnya tak kita lakukan,
dan sebagainya. Tapi dengan begitu, kita akan terus terdorong untuk
belajar dan meningkatkan diri.
Pilkada Melalui DPRD sesuai PANCASILA
REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Ketua Dewan Harian 1945 Provinsi
Bali Prof Dr I Wayan Windia, MS menilai pemilihan umum kepala daerah
(Pilkada) melalui DPRD sesuai Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum
Kepala Daerah (RUU Pilkada) sangat tepat karena sesuai dengan amanah
Pancasila, yakni sila keempat.
"Jadi selama ini pilkada secara langsung itu sebenarnya sangat bertentang dengan sila keempat Pancasila yang mengamanatkan permusyawaratan/perwakilan," kata Prof Windia yang juga guru besar Universitas Udayana di Denpasar, Ahad (14/9).
Ia mengatakan, Pilkada secara langsung selama ini ternyata juga tidak mampu membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik, sebaliknya justru menimbulkan biaya politik yang sangat mahal.
Demikian pula masyarakat menjadi pragmatis dan tidak mendidik, karena akan memilih calon yang mampu memberikan imbalan atau "membeli suara" sehingga menimbulkan keborosan.
"Saya sangat setuju bupati, wali kota dan gubernur dipilih oleh anggota DPRD, tinggal menyiapkan sistem pengawasan yang baik terhadap anggota dewan agar tidak terjadi jual beli suara," ujar Prof Windia.
Ia menambahkan, pilkada melalui DPRD akan mampu menghemat biaya politik yang selama ini dinilai sangat mahal, sehingga bupati/wali kota dan gubernur yang terpilih tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya.
Dengan demikian mereka akan dapat melaksanakan visi, misi pembangunan menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat, tanpa harus berpikir mengembalikan dana yang pernah dikeluarkan saat pilkada.
Hal itu tentu lebih baik dibanding dengan Pilkada langsung yang menimbilkan biaya politik sangat mahal, sehingga berpikir untuk mengembalikan biaya yang dikeluarkan, disamping bertentangan dengan sila keempat dari Pancasila.
Menyinggung pilkada serentak, Prof Windia yang juga mantan anggota DPR-RI itu juga sangat setuju untuk menghemat biaya politik, namun tetap dipilih langsung oleh masyarakat.
Oleh sebab itu sebaiknya bupati/wali kota dan gubernur dipilih oleh anggota DPRD daerah masing-masing, agar pelaksanaannya sesuai dengan Pancasila, ujar Prof Windia.
"Jadi selama ini pilkada secara langsung itu sebenarnya sangat bertentang dengan sila keempat Pancasila yang mengamanatkan permusyawaratan/perwakilan," kata Prof Windia yang juga guru besar Universitas Udayana di Denpasar, Ahad (14/9).
Ia mengatakan, Pilkada secara langsung selama ini ternyata juga tidak mampu membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik, sebaliknya justru menimbulkan biaya politik yang sangat mahal.
Demikian pula masyarakat menjadi pragmatis dan tidak mendidik, karena akan memilih calon yang mampu memberikan imbalan atau "membeli suara" sehingga menimbulkan keborosan.
"Saya sangat setuju bupati, wali kota dan gubernur dipilih oleh anggota DPRD, tinggal menyiapkan sistem pengawasan yang baik terhadap anggota dewan agar tidak terjadi jual beli suara," ujar Prof Windia.
Ia menambahkan, pilkada melalui DPRD akan mampu menghemat biaya politik yang selama ini dinilai sangat mahal, sehingga bupati/wali kota dan gubernur yang terpilih tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya.
Dengan demikian mereka akan dapat melaksanakan visi, misi pembangunan menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat, tanpa harus berpikir mengembalikan dana yang pernah dikeluarkan saat pilkada.
Hal itu tentu lebih baik dibanding dengan Pilkada langsung yang menimbilkan biaya politik sangat mahal, sehingga berpikir untuk mengembalikan biaya yang dikeluarkan, disamping bertentangan dengan sila keempat dari Pancasila.
Menyinggung pilkada serentak, Prof Windia yang juga mantan anggota DPR-RI itu juga sangat setuju untuk menghemat biaya politik, namun tetap dipilih langsung oleh masyarakat.
Oleh sebab itu sebaiknya bupati/wali kota dan gubernur dipilih oleh anggota DPRD daerah masing-masing, agar pelaksanaannya sesuai dengan Pancasila, ujar Prof Windia.
Jumat, 12 September 2014
Alasan PPP Tolak Pilkada Langsung
Alasan PPP Tolak Pilkada Langsung
Jum'at, 05 September 2014 17:08 wib | Angkasa Yudhistira - Okezone
Browser anda tidak mendukung iFrame
"Terkait pembahasan RUU Pilkada, perlu kami tegaskan bahwa pilihan politik PPP telah ditegaskan sebagai rekomendasi Mukernas II PPP di Medan, Januari 2012. Ada enam catatan kelemahan pilkada langsung yang karenanya PPP usulkan moratorium pilkada langsung dan kembali ke pilkada tak langsung," ujar Sekjen DPP PPP, M Romahurmuziy (Rommy), dalam keterangannya, Jumat (5/9/2014).
Dari enam memoratorium itu, pertama terkait dengan high cost politics, sehingga hanya calon bermodal besar yang eligible. Kedua, selama sembilan tahun pilkada langsung telah mengantarkan 292 atau 60 pertama kepala daerah bermasalah secara hukum. "Sedangkan sebelumnya, 60 tahun pilkada tak langsung, tidak banyak persoalan hukum berarti," kata Rommy.
Selain itu, pilkada langsung dinilai rawan munculkan nepotisme. Dari suami ke istri atau dari ayah ke anak dan seterusnya. Keempat, pilkada langsung rawan politik uang.
"Pilkada langsung juga rawan politik balas budi. Hanya desa-desa dengan kemenangan kepala daerah terpilih saja yang umumnya mendapat perhatian program pembangunan lebih. Padahal kepala daerah terpilih harus bekerja untuk seluruh rakyatnya," tegasnya.
Terakhir, kata Rommy, pilkada langsung rawan konflik horizontal, sebagaimana selama ini berlangsung.
"Karenanya, usulan pilkada tak langsung bukanlah hal baru, apalagi bukan karena koalisi merah putih. Alhamdulilah pada akhirnya banyak fraksi yang belakangan sejalan dengan pikiran PPP. Sila ke-4 Pancasila memang disediakan untuk demokrasi perwakilan. Karenanya pilkada tak langsung bukanlah kemunduran demokrasi, melainkan pengejawantahan murni sila ke-4 Pancasila," pungkasnya.
(ded)
Langganan:
Postingan (Atom)