Senin, 15 September 2014

Tak Ingin Menyesal Seumur Hidup? Hindari 7 Kesalahan Ini

Tak Ingin Menyesal Seumur Hidup? Hindari 7 Kesalahan Ini

Foto: copyright thinkstockphotos.com Vemale.com - Waktu di masa lalu tak akan pernah bisa kita dapatkan kembali. Masa depan pun masih menyimpan misterinya sendiri. Ladies, berapa kali dalam hidup ini Anda merasa menyesal, baik menyesal karena telah melakukan sesuatu atau karena telah melewatkan sesuatu? Kesalahan dan hal-hal yang telah lalu terkadang menyisakan rasa penyesalan dalam diri, tapi bukan berarti kita akan menghabiskan sisa hidup kita dalam penyesalan.


 
 
“We all make mistakes, have struggles, and even regret things in our past. But you are not your mistakes, you are not your struggles, and you are here NOW with the power to shape your day and your future.” ― Steve Maraboli, Unapologetically You: Reflections on Life and the Human Experience. 
 


Belum terlambat untuk memperbaiki semuanya, hindari tujuh kesalahan ini saat ini juga agar sisa hidup Anda tidak dipenuhi dengan penyesalan.
  • Tidak Memperjuangkan Impian Sendiri

    Ini hidup Anda sendiri. Jadi perjuangkan impian Anda sekuat tenaga. Tak perlu repot-repot mengikuti impian orang lain. Anda berhak menentukan arah hidup Anda agar nanti di hari tua Anda bisa tersenyum mengenang semua perjuangan dan usaha keras yang telah Anda lakukan.
  • Berpura-Pura Menjadi Orang Lain

    Orang yang paling menginspirasi dan paling dikagumi di dunia ini adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri. Jadi diri sendiri adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Berpura-pura jadi orang lain pada akhirnya hanya akan membuat Anda merasa lelah sendiri.
  • Berusaha untuk Melupakan Masa Lalu

    "Life is a journey of ups and down." Kenangan buruk di masa lalu mungkin masih sangat mengganggu pikiran Anda, tapi semakin kuat Anda berusaha untuk melupakannya, akan semakin kuat ingatan Anda akan kenangan masa lalu tersebut. Terima saja masa lalu Anda dan jadikan kenangan yang ada sebagai bahan bakar Anda untuk memperjuangkan kehidupan yang Anda impikan.
  • Tidak Mensyukuri yang Ada Hari Ini

    Cemas dan khawatir dengan bagaimana masa depan Anda nantinya? Boleh saja, tapi jangan sampai Anda lupa untuk mensyukuri yang Anda miliki hari ini dan melakukan semua hal yang terbaik hari ini.
  • Berbohong Setiap Saat

    Satu kebohongan yang Anda lakukan hari ini akan menciptakan satu rasa sesal di masa yang akan datang. Bersikaplah jujur dan terbuka mulai dari sekarang. Tell the truth and you will never have to look back with remorse and regret for lies told.
  • Tidak Menjaga Kesehatan Tubuh

    Jangan sampai Anda kecewa di sisa akhir hidup Anda karena tidak menjaga kesehatan tubuh Anda saat ini. Makan makanan yang sehat dan olahraga secara teratur, dengan begitu di hari tua nanti Anda tidak akan menyesal atas kesehatan yang telah Anda miliki.
  • Hanya Mementingkan Kebahagiaan Diri Sendiri

    Buat sebanyak mungkin kebahagiaan mulai dari sekarang juga, sebarkan kebahagiaan dan tularkan nilai-nilai positif ke orang lain. Membantu orang lain dan membuat orang lain bahagia bisa menjadi cara Anda untuk meraih kebahagiaan paling hakiki untuk diri Anda sendiri.
Tak ada yang ingin menyesal di hari tua. Tapi jika kita tak menata hidup mulai dari sekarang, akan sulit untuk mendapatkan hidup yang Anda impikan nantinya.

Tuliskan 'Cincin Berlian' Pada Daftar Belanja

Wanita Tuliskan 'Cincin Berlian' Pada Daftar Belanja Untuk Pacarnya

Photo copyright Elite Daily.com male.com - Berbelanja dengan pacar mungkin pernah Anda lakukan. Namun umumnya kalau tidak pakai list belanja, setidaknya kita dan pacar membeli bahan makanan atau snack untuk dinikmati bersama.
Namun wanita yang satu ini unik sekali. Ia memberikan sebuah daftar belanja pada pacarnya untuk dicari di supermarket. Dan di antara daftar belanjaan itu, ada satu hal yang membuat pacarnya sempat terhenyak.

Photo copyright Elite Daily Photo copyright Elite Daily
Yep, dilansir dari Elit Daily, wanita itu memang menyebutkan beberapa bahan makanan seperti keju, daging, roti dan sejenisnya. Namun yang paling mengejutkan adalah daftar belanjaan paling bawah. Ia menyebutkan ingin membeli 'cincin berlian'.
Entah ini kode untuk minta dilamar atau hanya guyonan pasangan ini, namun foto itu kemudian diunggah ke social media oleh sang pria. Foto itu kemudian membuat beberapa netizen tertawa, terkesan dan ada juga yang curhat.
"Andai mantanku memberikan daftar belanja seperti ini, aku akan datang padanya langsung dengan sebuah lamaran," ujar netizen yang curhat itu.
Aih, ada-ada saja ya cara pasangan jaman sekarang untuk menunjukkan romansa cintanya. Well, kalau memang si wanita sudah ingin menikah, semoga si pacar mengerti kode yang dimaksud oleh wanita ini.

Anda Bukanlah Satu-Satunya Orang yang Pernah Merasa Menyesal dengan Kehidupan Anda

Anda Bukanlah Satu-Satunya Orang yang Pernah Merasa Menyesal dengan Kehidupan Anda

Foto: copyright thinkstockphotos.com Vemale.com - Pernah merasa menyesal dengan hidup Anda? Well,Anda tak sendiri. Kita semua pernah menyesal karena melewatkan kesempatan berharga. Kita juga pernah menyesal karena melakukan hal-hal yang seharusnya tidak kita lakukan. Bahkan kita pernah menyesal karena tak melakukan hal-hal penting dan menyenangkan dengan orang yang kita cintai sebelum mereka pada akhirnya pergi meninggalkan kita. Ladies, Anda bukanlah satu-satunya orang yang pernah merasa menyesal dengan kehidupan Anda.
Mengapa Kita Bisa Merasa Menyesal dan Bahkan Terus Memikirkannya?

 
 
Pada dasarnya rasa menyesal itu muncul karena pilihan-pilihan yang kita buat sendiri. Kita merasa seandainya membuat pilihan lain, kita pasti akan melakukan sesuatu yang lebih baik. Seandainya kita tak membuat pilihan itu, kita mungkin akan mendapat hal yang jauh lebih menyenangkan. Sayangnya, seringkali kita sudah terlambat untuk merevisi pilihan-pilihan yang telah kita buat. 
 
Rasa menyesal bisa terus menerus menghantui kita karena kita terus saja membanding-bandingkan hasilnya. Pilihan yang kita anggap salah bisa terus berputar di kepala kita karena kita selalu saja berandai-andai. Jadinya kita seperti terjebak dalam lingkaran setan: terus membanding-bandingkan, selalu berandai-andai jika saja kita membuat pilihan yang berbeda, dan seterusnya.
Bagaimana Berdamai dengan Rasa Menyesal Tersebut?
Tak ada yang bisa kita lakukan selain menerima dan berdamai dengan rasa menyesal itu jika kita ingin hidup terasa lebih tenang. Meskipun kita punya bayangan ideal sendiri tentang kehidupan yang indah dan membahagiakan, pada titik tertentu kita tak bisa selalu memaksanya untuk terjadi di kehidupan nyata.

 
 
The pratice is to let go of the ideals, and embrace reality. Untuk berdamai dengan rasa sesal yang kita miliki, ada dua hal yang bisa kita lakukan. Pertama, terima kenyataan bahwa masa lalu tak bisa terulang. Jadikan pilihan dan hal-hal yang terjadi di masa lalu sebagai amunisi dan bekal untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Mungkin memang ada banyak penyesalan di masa lalu, tapi satu-satunya hal paling realistis yang bisa kita lakukan saat ini adalah terus berjalan ke depan. Kedua, menerima fakta bahwa kita tak sempurna. Kita pasti pernah membuat pilihan yang salah, melakukan tindakan yang seharusnya tak kita lakukan, dan sebagainya. Tapi dengan begitu, kita akan terus terdorong untuk belajar dan meningkatkan diri. 
 
Penyesalan bukanlah musuh tapi bagian dari diri kita yang bisa membuat kita untuk terus terdorong melakukan hal-hal yang lebih baik dari sebelumnya. Banyak orang di luar sana yang berjuang untuk membayar rasa penyesalannya dengan hal-hal yang jauh lebih baik dan positif. Sekarang, bagaimana dengan Anda? Sudah sejauh mana Anda mengambil langkah untuk mengobati rasa penyesalan dari dalam diri Anda?

Pilkada Melalui DPRD sesuai PANCASILA

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Ketua Dewan Harian 1945 Provinsi Bali Prof Dr I Wayan Windia, MS menilai pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD sesuai Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum Kepala Daerah (RUU Pilkada) sangat tepat karena sesuai dengan amanah Pancasila, yakni sila keempat.
"Jadi selama ini pilkada secara langsung itu sebenarnya sangat bertentang dengan sila keempat Pancasila yang mengamanatkan permusyawaratan/perwakilan," kata Prof Windia yang juga guru besar Universitas Udayana di Denpasar, Ahad (14/9).
Ia mengatakan, Pilkada secara langsung selama ini ternyata juga tidak mampu membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik, sebaliknya justru menimbulkan biaya politik yang sangat mahal.
Demikian pula masyarakat menjadi pragmatis dan tidak mendidik, karena akan memilih calon yang mampu memberikan imbalan atau "membeli suara" sehingga menimbulkan keborosan.
"Saya sangat setuju bupati, wali kota dan gubernur dipilih oleh anggota DPRD, tinggal menyiapkan sistem pengawasan yang baik terhadap anggota dewan agar tidak terjadi jual beli suara," ujar Prof Windia.
Ia menambahkan, pilkada melalui DPRD akan mampu menghemat biaya politik yang selama ini dinilai sangat mahal, sehingga bupati/wali kota dan gubernur yang terpilih tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya.
Dengan demikian mereka akan dapat melaksanakan visi, misi pembangunan menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat, tanpa harus berpikir mengembalikan dana yang pernah dikeluarkan saat pilkada.
Hal itu tentu lebih baik dibanding dengan Pilkada langsung yang menimbilkan biaya politik sangat mahal, sehingga berpikir untuk mengembalikan biaya yang dikeluarkan, disamping bertentangan dengan sila keempat dari Pancasila.
Menyinggung pilkada serentak, Prof Windia yang juga mantan anggota DPR-RI itu juga sangat setuju untuk menghemat biaya politik, namun tetap dipilih langsung oleh masyarakat.
Oleh sebab itu sebaiknya bupati/wali kota dan gubernur dipilih oleh anggota DPRD daerah masing-masing, agar pelaksanaannya sesuai dengan Pancasila, ujar Prof Windia.

Jumat, 12 September 2014

Alasan PPP Tolak Pilkada Langsung

Alasan PPP Tolak Pilkada Langsung

Jum'at, 05 September 2014 17:08 wib | Angkasa Yudhistira - Okezone


Alasan PPP Tolak Pilkada Langsung PPP (Foto: Dok Okezone) JAKARTA - Penolakan terhadap Pilkada langsung terus berdatangan. Kali ini disampaikan Partai Persatuan Pebangunan (PPP) yang dengan tegas menolak pilkada langsung sejak 2012 saat menggelar Mukernas II di Medan.

"Terkait pembahasan RUU Pilkada, perlu kami tegaskan bahwa pilihan politik PPP telah ditegaskan sebagai rekomendasi Mukernas II PPP di Medan, Januari 2012. Ada enam catatan kelemahan pilkada langsung yang karenanya PPP usulkan moratorium pilkada langsung dan kembali ke pilkada tak langsung," ujar Sekjen DPP PPP, M Romahurmuziy (Rommy), dalam keterangannya, Jumat (5/9/2014).

Dari enam memoratorium itu, pertama terkait dengan high cost politics, sehingga hanya calon bermodal besar yang eligible. Kedua, selama sembilan tahun pilkada langsung telah mengantarkan 292 atau 60 pertama kepala daerah bermasalah secara hukum. "Sedangkan sebelumnya, 60 tahun pilkada tak langsung, tidak banyak persoalan hukum berarti," kata Rommy.

Selain itu, pilkada langsung dinilai rawan munculkan nepotisme. Dari suami ke istri atau dari ayah ke anak dan seterusnya. Keempat, pilkada langsung rawan politik uang.

"Pilkada langsung juga rawan politik balas budi. Hanya desa-desa dengan kemenangan kepala daerah terpilih saja yang umumnya mendapat perhatian program pembangunan lebih. Padahal kepala daerah terpilih harus bekerja untuk seluruh rakyatnya," tegasnya.

Terakhir, kata Rommy, pilkada langsung rawan konflik horizontal, sebagaimana selama ini berlangsung.

"Karenanya, usulan pilkada tak langsung bukanlah hal baru, apalagi bukan karena koalisi merah putih. Alhamdulilah pada akhirnya banyak fraksi yang belakangan sejalan dengan pikiran PPP. Sila ke-4 Pancasila memang disediakan untuk demokrasi perwakilan. Karenanya pilkada tak langsung bukanlah kemunduran demokrasi, melainkan pengejawantahan murni sila ke-4 Pancasila," pungkasnya.
(ded)

Senin, 01 September 2014

Kegagalan Cinta

Cukup sekali aku merasa kegagalan cinta
Takkan terulang kedua kali didalam hidupku
Ho ho ya nasib ya nasib
Mengapa begini
Baru pertama bercinta sudah menderita
Cukup sekali aku merasa kegagalan cinta
Takkan terulang kedua kali didalam hidupku
Reff:
Kau yang mulai kau yang
mengakhiri
Kau yang berjanji kau yang
mengingkari
Kau yang mulai kau yang
mengakhiri
Kau yang berjanji kau yang
mengingkari
Kalau tau begini akhirnya
Tak mau dulu ku bermain cinta

Natalia

Natalia - Obbie Messakh


Malam ini di sini kita duduk berdua
Saling diam tak banyak bicara
Ada rasa curiga lewat tatap matamu
Seakan benci kaupendam di sana
Aku tiada menyangka apa yang engkau pinta
Secepat ini ingin berpisah
Katakan sejujurnya
Jangan engkau sembunyi
Di balik rindu kausimpan dusta
Aku rela melepas ikatan cinta kita
Kalau memang itu yang kauinginkan

Chorus:
Mengapa malam ini semua baru terungkap
Kausimpan dia yang lain di matamu
Bukanlah perpisahan yang akan kutangisi
Namun pertemuan yang kusesali

*  Natalia kau jelas berubah
    Natalia kau membagi cinta
    Aku insan biasa yang selalu tersisih
    Jangankan dalam kehidupan
    Di dalam bercinta pun aku kalah

(back to Chorus)
(back to *)